SDN di Jombang Dibobol Maling, 18 Alat Elektronik Senilai Rp 100 Juta Raib

SDN di Jombang dibobol maling (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)

Jombang - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mancar 1, Kecamatan Peterongan, Jombang dibobol maling. Para pelaku membawa kabur 18 peralatan elektronik yang nilainya ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Salah seorang guru SDN Mancar 1 Suparman mengatakan aksi pencurian ini baru diketahui penjaga sekolah pagi tadi sekitar pukul 06.15 WIB. Saat itu, penjaga sekolah menemukan pintu ruangan guru, ruangan kepala sekolah dan laboratorium komputer dalam kondisi terbuka. Sedangkan bagian dalam ketiga ruangan itu sudah berantakan.

Padahal semua pintu ruangan di sekolah ini sudah digembok. Seluruh jendela dan lubang angin-angin juga dipasangi teralis. Sebanyak 18 peralatan elektronik untuk kegiatan belajar mengajar siswa dan administrasi sekolah, raib.

"Yang diambil pencuri poyektor 8 unit, printer 2 unit, 1 laptop, 1 sound system, 3 monitor dan 3 CPU komputer. Kerugian total lebih dari Rp 100 juta," kata Suparman kepada wartawan di lokasi, Jumat (29/1/2021).

Ia memperkirakan, pembobolan SD negeri di Jalan Brawijaya nomor 158, Desa Mancar itu terjadi dini hari tadi. Yakni saat penjaga sekolah pulang. Menurut Suparman, SDN Mancar 1 hanya mempunyai satu penjaga. Itu pun kerjanya tidak 24 jam.

"Rumah penjaga sekolah di sebelah sekolah ini. Kalau malam hanya nyambangi saja, tidak siaga di sini," ungkapnya.

Berdasarkan banyaknya barang elektronik yang hilang, Suparman memperkirakan pencuri lebih dari satu orang. Komplotan maling itu diduga masuk ke ruangan guru, kepala sekolah dan laboratorium komputer dengan mencongkel pintu.

"Pelaku sepertinya membawa mobil karena barang yang dicuri banyak, tidak mungkin pakai sepeda motor," terangnya.

Menurut Suparman, pihaknya telah melaporkan pencurian ini ke Polsek Peterongan. Polisi melakukan olah TKP sekitar pukul 07.45 WIB.

Untuk sementara waktu, lanjut Suparman, pencurian 18 peralatan elektronik milik SDN Mancar 1 belum berdampak ke kegiatan belajar dan mengajar siswa. Karena para murid masih belajar daring selama pandemi COVID-19.

"Dampaknya ke administrasi sekolah terganggu. Karena sebagian data siswa dan data sekolah ikut hilang," jelasnya.

Pencurian di SDN Mancar 1 dipicu tidak adanya penjaga sekolah yang bertugas 24 jam. Ditambah lagi sekolah dasar ini belum mempunyai kamera pengawas atau CCTV. "Kelemahannya belum punya CCTV," cetus Suparman.

Kapolsek Peterongan AKP Sujadi mengaku telah menerima laporan pencurian di SDN Mancar 1. Hanya saja dia memilih irit bicara saat dikonfirmasi terkait pembobolan sekolah tersebut.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan," pungkasnya.




Sumber : derik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel