Wanita Tertabrak Kereta Prameks Dekat Stasiun Purwosari, Ada Serpihan Piring dan Gelas

Wanita tewas tertabrak kereta di selatan stasiun Purwosari, Rabu (6/1/2021) malam.
SOLO - Terjadi kecelakaan di perlintasan sebelah selatan Stasiun Purwosari Solo, Rabu (6/1/2021).

Hingga kini, polisi masih kesulitan mengidentifikasi identitas wanita yang tewas tertabrak kereta api Prameks tersebut.

Sementara itu, anggota Patroli Polsek Laweyan, Aiptu Supriyanto mengungkapkan warga setempat tidak ada yang tahu sosok wanita tersebut.

"Identitas tidak ada yang tahu. Di lokasi, tidak ada yang tahu," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Rabu (6/1/2021) malam saat evakuasi.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, korban memakai mantol berwarna coklat dan bawahan warna merah marun.

Selain itu, serpihan piring dan gelas ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Korban perempuan. Usia kisaran 45 tahun," ucap Supriyanto.

Tim Inafis Polresta Solo turut diterjunkan untuk olah kejadian perkara (TKP).

Jenazah korban sudah ditutup dengan daun pisang pasca kejadian nahas itu terjadi.

"Warga sekitar juga tidak ada yang tahu identitas korban," kata dia.

"Sementara Mrs X. Kami belum tahu identitas korban," tambahnya.

Kronologi Lengkap

Sebelumnya, seorang perempuan tanpa identitas tertabrak kereta api Prambanan Ekspres (Prameks).

Kejadihan nahas tersebut terjadi di jalur perlintasan kereta api sebelah selatan Stasiun Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Rabu (6/1/2021) sekira pukul 19.30 WIB.

Anggota Patroli Polsek Laweyan, Aiptu Supriyanto mengungkapkan saat kejadian, sebuah kereta api Prameks melintas dari arah Stasiun Purwosari menuju ke Yogyakarta.

Masinis sempat memberikan sinyal klakson sebelum melintas di lokasi kejadian.

Sinyal tersebut diduga dibunyikan lantaran mendapati korban berjalan melintas dari arah timur menuju barat.

"Korban jalan kaki ketika melewati lokasi kejadian," ungkap Supriyanto.

Kejadian nahas itu tidak bisa dihindarkan. Korban tewas tertabrak kereta api Prameks.

Saat kejadian, kondisi lokasi kejadian sepi dan tengah diguyur hujan gerimis.

"Tubuh korban terseret 10 meter dari lokasi kejadian," tutur Supriyanto.

Tak berselang lama, warga setempat mendapati tubuh korban tergeletak di perlintasan kereta api.

Perwakilan warga kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Laweyan. Tim gabungan relawan dan polisi langsung menuju ke lokasi kejadian.

"Tubuh korban kemudian ditutup dengan daun pisang," ucap Supriyanto.



 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel