Ahli Waris di Jombang Minta Kemensos Tepati Janji Santunan COVID-19

Suhesti Ningrum, ahli waris ibunya yang meninggal karena COVID-19 (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Para ahli waris dari 57 pasien meninggal dunia karena COVID-19 harus gigit jari karena Kemensos batal mencairkan santunan. Meski begitu, para ahli waris meminta pemerintah menepati janji tahun lalu untuk mencairkan santunan Rp 15 juta per pasien.

Seperti yang dikatakan Totok Norma, warga Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang. Dia mengaku telah mengurus semua persyaratan agar menerima santunan COVID-19 untuk kematian istrinya, Nurul Habibah. Nurul meninggal dunia karena COVID-19 di RSUD Jombang pada 25 Desember 2020.

Totok pun menyetorkan semua persyaratan ke Dinas Sosial Kabupaten Jombang. Karena dia dijanjikan akan menerima santunan Rp 15 juta dari Kemensos.

"Tapi sampai sekarang tidak ada konfirmasi. Tadi pagi kami datang lagi ke Dinsos menanyakan kelanjutan santunan, ternyata tak ada kelanjutan. Malah dibilang dana santunan ditiadakan," kata Totok kepada wartawan di rumahnya, Rabu (24/2/2021).

Totok Norma, ahli waris istrinya yang meninggal karena COVID-19 (Foto: Enggran Eko Budianto)
Meski telah tahu santunan COVID-19 telah dihapus tahun ini, Totok tetap berharap menerima dana tersebut. "Istri saya meninggal 2020, harusnya menerima santunan, itu hak kami. Kalau tahun ini tidak ada, kan tahun 2020 ada. Tolong dicairkan secepatnya," tegasnya.

Harapan yang sama dilontarkan Suhesti Ningrum (31), ahli waris korban meninggal dunia akibat COVID-19. Dia mengajukan santunan untuk kematian ibunya, Sumarmi di RSI Jombang pada 22 Desember 2020.

"Saya mengurus sampai ke Dinas Sosial Jombang katanya ada santunan Rp 15 juta. Sampai sekarang belum ada," terang perempuan asal Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang ini.

Suhesti berharap pemerintah menepati janjinya mencairkan santunan Rp 15 juta. "Harapannya tetap dapat santunan karena ibu meninggal karena COVID-19, keluarga sudah menanggung beban dikucilkan, tahlilan untuk almarhum ibu saya sampai ditiadakan," jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Hari Purnomo menjelaskan, pihaknya telah mengajukan santunan untuk 76 korban meninggal dunia akibat COVID-19 ke Kemensos melalui Dinas Sosial Jatim pada 2020. Pengajuan secara bertahap. Yakni 22 korban pada 29 Agustus, 21 korban pada 11 September dan 33 korban pada 26 November.

"Yang sudah cair 19 korban dari usulan pertama saja. Sisanya (57 korban) sampai awal 2021 belum ada kejelasan," ungkapnya.

Kejelasan bagi ahli waris 57 pasien COVID-19 akhirnya tiba melalui surat dari Kemensos pada 18 Febuari 2021. Hanya saja surat tersebut membuat para ahli waris gigit jari.

Betapa tidak, program santunan kematian para korban virus Corona akhirnya dihapus dengan dalih tidak ada anggaran. Sehingga Kemensos tidak bisa mencairkan santunan untuk para ahli waris yang sudah terlanjur diusulkan.

"Kami minta bantuan Camat menyampaikan ke kades, kades supaya menyampaikan ke ahli warisnya. Kami berharap ahli waris bisa ikhlas. Kami tidak bisa berbuat banyak karena ini kebijakan pemerintah pusat," tandasnya

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel