Banjir Bandang Terjang Satu Desa di Jombang, 10 Rumah Rusak

Rumah warga rusak diterjang banjir (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang - Banjir bandang menerjang Dusun Banjaragung dan Banjarjo di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Jombang. Data sementara yang diterima deticom, banjir bandang mengakibatkan 10 rumah warga rusak, 2 jembatan putus, serta barang berharga milik warga raib.

Warga Dusun Banjaragung Muhaimin (52) mengatakan banjir bandang menerjang, Senin (1/2) sekitar pukul 18.30 WIB. Air bercampur lumpur dan kayu tiba-tiba meluap dari Sungai Pakel ke permukiman penduduk dengan kecepatan tinggi. Sungai tersebut berhulu di Pegunungan Anjasmoro.

"Air datang langsung besar, setinggi satu meter. Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Hanya sepeda motor yang bisa saya naikkan," kata Muhaimin kepada wartawan sambil membersihkan rumahnya dari lumpur, Selasa (2/2/2021).

Banjir bandang menghanyutkan perabotan rumah dan barang-barang berharga milik Muhaimin. Dinding dan atap dapur rumahnya hanyut oleh banjir. Beruntung dia bersama ibu, istri dan satu anaknya berhasil menyelamatkan diri.

"Barang-barang habis terbawa banjir. Perhiasan kalung dan gelang punya kakak saya hilang. Yang lainnya alhamdulillah bisa ditemukan," terangnya.

Sementara Wiyono (47), warga Dusun Banjarjo menuturkan banjir bandang menerjang sekitar pukul 19.10 WIB. Air bercampur lumpur meluncur deras ke permukiman penduduk dari Sungai Pakel di sebelah selatan kampungnya.

"Ketinggian air 50-70 cm, lanjunya kencang. Saya tak sempat menyelamatkan barang-barang. Perabotan rumah tangga hanyut," jelasnya sambil mengatakan dirinya berhasil menyelamatkan diri bersama 4 anggota keluarganya.

Kades Banjaragung Hasan Sulaiman menjelaskan, hasil pendataan sementara, banjir bandang merusak 10 rumah warga di Dusun Banjaragung dan Banjarjo. Dari jumlah itu, 2 rumah warga hanyut total, 7 rumah hanyut bagian dapurnya, serta 1 rumah rusak bagian gudang gabahnya.

"Juga ada dua sepeda motor hanyut, dua jembatan putus di Dusun Banjaragung. Akses warga masih ada alternatif, tapi harus memutar sekitar 1-2 KM," ungkapnya.

Selain melanjutkan pendataan dampak banjir bandang di wilayahnya, Hasan juga meminta bantuan ke Pemkab Jombang atau BPBD Jombang. "Kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu pembersihan material di lokasi. Kami juga minta air bersih untuk masyarakat maupun pembersihan lingkungan. Warga butuh untuk makan, air bersih dan peralatan memasak," tandasnya.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel