Cerita Korban Selamat Kasus Pembunuhan Terapis Rumah Pijat di Mojokerto

Lokasi kejadian (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Mojokerto - Seorang terapis perempuan rumah pijat di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto tewas di tangan pelanggannya. Korban yang selamat menceritakan peristiwa tragis tersebut.

Kapolsek Jetis Kompol Suharyono mengatakan pihaknya telah menggali keterangan dari Tatik (47). Perempuan asal Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis ini biasa memasakkan korban makanan.

Saat ini dia masih dirawat di RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Mojokerto akibat luka bacok di telinga dan pipi kirinya. Menurut Suharyono, Tatik datang ke rumah pijat di Jalan Raya Desa Mlirip itu untuk mengantar makan siang pada Kamis (4/2) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Tatik datang mengantar makanan untuk Santi (korban). Saat itu Santi masih memijat pelaku. Katanya akan selesai, Tatik disuruh menunggu oleh korban," kata Suharyono saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (5/2/2021).

Berdasarkan keterangan Tatik, lanjut Suharyono, saat itu Ambarwati alias Santi (44) sedang memijat seorang pria di dalam kamar. Tiba-tiba Tatik mendengar teriakan minta tolong dari Santi. Dia lantas masuk ke kamar tersebut.

"Saat Tatik mau masuk ke kamar, dibacok pelaku kena telinga dan pipi kirinya. Kemudian Tatik berusaha merebut senjata pelaku. Setelah kena rebut senjatanya, pelaku kabur," terangnya.

Rupanya Santi berteriak meminta tolong karena dibacok pelanggannya. Janda anak satu warga Loceret, Nganjuk ini tewas dengan luka bacok di leher sebelah kiri. Korban tewas di kamar rumah pijat dengan hanya memakai sarung warna merah.

"Korban meninggal karena satu luka bacok di leher sebelah kiri. Sedangkan Tatik luka bacok di telinga dan pipi kiri. Kalau pelaku tidak kidal, maka dia membacok korban dari depan," jelas Suharyono.

Suharyono menuturkan jenazah Santi telah diautopsi di RS Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya. Setelahnya, anggota Polsek Jetis mengantar jenazah korban ke kampung halamannya untuk dimakamkan pada Kamis (4/2) sekitar pukul 23.00 WIB.

Sayangnya, tambah Suharyono, Tatik belum bisa mengenali pelaku pembunuhan. Karena Tatik hanya sekilas melihat wajah pria tersebut.

"Pelaku kami harap segera menyerahkan diri sebelum kami lakukan tindakan tegas dan terukur," tandasnya.




Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel