Emak-emak di Sleman Nekat Nyolong Gas Melon Berdalih Buat Beli Kuota Anak

Emak-emak di Sleman (berbaju biru) nekat nyolong gas melon berdalih untuk beli kuota internet anak (Foto: Jauh Hari/detikcom)
Sleman - Seorang emak-emak berinisial HTT (48) warga Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diamankan polisi gara-gara nekat mencuri tabung gas melon. Tabung gas yang dicuri itu diambil dari salah satu warung daerah Kapanewon Ngaglik.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto menjelaskan tersangka sudah tiga kali melakukan aksi pencurian tabung gas berukuran 3 kg. Satu kali dilakukan di Caturtunggal dan dua kali di Ngaglik.

"Jadi 5 bulan yang lalu mencuri di Caturtunggal dan tidak lapor polisi, yang kedua tanggal 1 Februari di Ngalangan dilakukan siang hari dan diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak ditahan dan terakhir di daerah Jaban tanggal 4 Februari pada malam hari dan korban meminta agar diproses hukum," kata Yuliyanto saat rilis kasus di Mapolsek Ngaglik, Selasa (9/2/2021).

Dari hasil pemeriksaan, saat ditangkap pada Senin (1/2) tersangka mengaku mencuri untuk mencukupi kebutuhan makan anaknya. Kemudian saat tertangkap pada Kamis (4/2), tersangka mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan kuota internet anaknya.

"Jadi tersangka (berdalih) mau membelikan kuota internet untuk anaknya dengan mencuri tabung gas padahal di dompetnya ditemukan uang Rp 240 ribu," ungkapnya.

"Tersangka ini statusnya janda dan mengaku mencuri untuk memenuhi kebutuhan internet anaknya. Namun hasil penyelidikan anaknya itu ternyata ikut bapaknya di Bantul," tamba Yuli.

Polisi juga menelusuri hingga ke Dinas Pendidikan dan sekolah. Ternyata, selama ini kebutuhan kuota internet anaknya sudah terpenuhi.

"Berdasarkan informasi Dinas Pendidikan semua siswa mendapatkan kuota internet dan dari pihak sekolah menyatakan semua murid mendapatkan kuota internet sejak September yakni dari dinas dikirim ke nomer ponsel yang terdaftar di sekolah," paparnya.

Sementara itu, tersangka mengaku mencuri tabung gas karena mudah untuk dijual. HTT juga mengaku usaha jualan makanannya berhenti total saat pandemi Corona sehingga ia terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan.

"Karena mudah dijual, biasanya jual di klithikan laku Rp 100 rubu per tabung. Baru tiga kali ini mencuri sejak pandemi, karena usaha saya berhenti semua," aku HTT.

Atas perbuatannya, HTT dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Polisi juga menyita tabung gas hasil curian beserta motor matik milik tersangka sebagai barang bukti.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel