Kesulitan Tangkap Pembunuh Terapis, Polisi Sebar Sketsa Wajah Pelaku

Polisi menyebar sketsa wajah pembunuh terapis di Kota Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Seminggu berlalu, polisi masih kesulitan meringkus pembunuh terapis rumah pijat di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Polisi meminta bantuan masyarakat dengan menyebarkan sketsa wajah pelaku.

"Hari ini merupakan hari ketujuh penyelidikan kasus tersebut, penyelidik masih kesulitan mengetahui wajah dan identitas pelaku," kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi kepada wartawan di kantornya, Jalan Bhayangkara, Kamis (11/2/2021).

Deddy meminta bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menemukan keberadaan pelaku pembunuhan. Hari ini, sketsa wajah pelaku disebar ke tempat-tempat umum.
Sketsa pelaku pembunuhan terapis di mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
"Sketsa wajah kami buat berdasarkan keterangan lima saksi, termasuk korban selamat dan rekaman CCTV. Nah, di CCTV milik masyarakat, pelaku melintas hanya nampak dari samping. Kemiripan (sketsa wajah) kurang lebih 90 persen," terang Deddy.

Berdasarkan sketsa wajah yang dibuat polisi, pelaku pembunuhan adalah seorang pria berusia 25-30 tahun. Pria ini mempunyai muka oval, kulit sawo matang, rambut ikal, bertubuh kurus dengan tinggi 165 cm. Saat membunuh korban, pelaku mengendarai sepeda motor Honda BeAT warna pink.

"Sketsa wajah pelaku kami buat agar masyarakat bisa melaporkan kalau melihat pelaku. Yaitu dengan menghubungi nomor telepon 0321 330677 atau call center 110 atau melaporkan ke polsek terdekat," jelas Deddy.

Pria tersebut membunuh Ambarwati alias Santi (44), terapis rumah pijat di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (4/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu pelaku menggunakan jasa pijat korban.

Pria yang belum diketahui identitasnya ini membacok Santi menggunakan celurit. Korban tewas akibat luka bacok di leher sebelah kiri. Janda asal Loceret, Nganjuk ini tewas dalam kondisi setengah telanjang.

Sebelum kabur, pelaku juga menyerang teman korban, Tatik (47), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis. Saat itu, Tatik mengantar makanan kepada Santi. Tatik selamat meski menderita luka sobek di telinga dan pipi kiri.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel