Pembunuh Terapis di Mojokerto Diringkus dan Dihadiahi Timah Panas

Pelaku pembunuhan terapis di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Pembunuh terapis di Mojokerto diringkus. Polisi menembak kedua betis tersangka karena berusaha kabur dari penangkapan.

Pembunuh Ambarwati alias Santi (44) adalah Irwanto (25), warga Kesamben, Jombang. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi mengatakan tersangka diringkus di Desa/Kecamatan Takeran, Magetan pada Kamis (18/2) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Saat ditangkap, tersangka mencoba kabur sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur sehingga melukai kaki kanan dan kirinya," kata Deddy saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Jumat (19/2/2021).

Oleh sebab itu, polisi membawa tersangka ke lokasi jumpa pers menggunakan kursi roda. Luka tembak pada kedua betisnya masih berbalut perban putih.

"Tersangka sudah berkeluarga, tapi dua bulan pisah ranjang dengan istrinya. Dia tidak mempunyai pekerjaan tetap," terang Deddy.

Selain meringkus Irwanto, polisi juga menyita sejumlah barang bukti terkait kasus pembunuhan ini. Yakni kemeja lengan pendek warna biru, celana jeans hitam dan sepatu milik tersangka, sebilah golok yang digunakan tersangka membunuh Santi, serta helm dan sepeda motor Honda BeAT nopol S 6110 OAG milik tersangka.

"Tersangka sudah menyiapkan senjata tajam tersebut yang dia bawa pakai tas rangsel. Itu disiapkan untuk membunuh korban," ungkap Deddy.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rahmawati Laila menjelaskan saat ditangkap, Irwanto bersembunyi di rumah teman masa kecil ibunya di Dusun Mangu, Desa/Kecamatan Takeran, Magetan.

"Orang tua tersangka menitipkannya ke teman masa kecil ibunya yang bekerja di Magetan," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, lanjut Laila, Irwanto sudah mempunyai istri yang sedang hamil 8 bulan. Sekitar 2 bulan terakhir, dia pisah ranjang dengan istrinya karena proses cerai.

"Proses cerai tersangka ditolak pengadilan karena istrinya sedang hamil delapan bulan. Dia pisah ranjang sekitar dua bulan," tandasnya.

Irwanto melakukan pembunuhan terhadap Santi di rumah pijat Berkah di Jalan Raya Desa Mlirip pada Kamis (4/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Janda anak satu asal Loceret, Kabupaten Nganjuk itu tewas akibat luka tusuk dengan lebar 7 cm dan sedalam 14 cm di leher sebelah kiri.

Sebelum kabur, Irwanto juga menyerang teman korban, Tatik (47), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis. Tatik selamat meski menderita luka sobek di telinga dan pipi kiri. Ternyata Tatik juga sesama terapis di rumah pijat Berkah.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel