Selingkuhan Minta Uang Rp 5 Juta, Malah Disiram Air Keras Hingga Tewas

Polisi menangkap pria yang siram selingkuhan dengan air keras hingga tewas (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Hubungan asmara antara MHS (36) dengan perempuan berinisial NA (23) berujung maut. MHS tega menyiram air keras ke tubuh NA karena sakit hati.

Bahan kimia yang disiramkan membuat sekujur tubuh NA melepuh. Nyawa korban akhirnya tak tertolong setelah mendapatkan perawatan medis di RS dr Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Korban dirawat kurang lebih 1 bulan sebelum meninggal.

Peristiwa penyiraman air keras terjadi pada 24 Desember 2020 lalu, ketika korban mengendarai motor melintasi jalan kampung Dusun Tubo, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Tanpa diketahui, pelaku ternyata menguntit korban. Sesampai di lokasi kejadian, pelaku menghentikan motor korban, sekaligus menyiramkan cairan mengandung bahan kimia hingga mengenai wajah dan sekujur tubuh korban.

Pelaku kemudian kabur menghilangkan jejak. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menuturkan, penyelidikan dimulai dari adanya laporan aksi kekerasan yang menimpa korban.

"Dari hasil keterangan saksi-saksi, dan bukti rekaman CCTV. Pelaku mengarah kepada MHS, yang merupakan teman dekat korban," ungkap Hendri kepada wartawan di Mapolres Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Selasa (9/2/2021).

Saat kejadian, lanjut Hendri, korban dalam perjalanan pulang ke rumah. Tetapi, pelaku membuntuti dan kemudian menyiramkan air keras ke arah korban.

"Akibatnya, korban mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Dan meninggal dunia, setelah mendapatkan perawatan di RSSA," beber Hendri.

MHS tercatat sebagai warga Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, sementara korban merupakan warga Desa Pandanrejo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Menurut Hendri, dalam proses penyidikan baru terungkap motif dibalik aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelaku. Sebelum kejadian, korban diakui sempat meminta uang sebesar Rp 5 juta.

Namun, pelaku yang sudah memiliki istri ini tak mampu memenuhi permintaan korban. "Jadi awalnya korban minta uang Rp 5 juta kepada tersangka. Namun, tersangka hanya mampu memberinya senilai Rp 3 juta," tutur Hendri.

Karena uang yang diterima tak sesuai dengan permintaannya, korban kesal dan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung tersangka. Sampai kemudian membuat tersangka naik pitam.

Hendri memastikan bahwa antara tersangka dan korban memiliki hubungan yang istimewa."Tersangka ini punya istri. Jadi diduga korban adalah selingkuhan tersangka," bebernya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 7 hingga 9 tahun penjara.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel