Sejoli di Mojokerto Nekat Aborsi Gegara Takut Dipecat

Reka ulang kasus aborsi di Kota Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto - Sejoli di Mojokerto, DF (19) dan SG (19) nekat melakukan aborsi. Itu dilakukan hanya gara-gara takut dipecat dari pekerjaannya.

Sejoli ini kini harus mendekam di tahanan Polres Mojokerto Kota. Hukuman maksimal 10 tahun penjara sudah menanti mereka.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari penangkapan DF di rumah kos Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto pada Kamis (4/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Pemuda asal Margosari 1, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini terjaring razia gabungan polisi dan Satpol PP.

"Saat ponselnya diperiksa, ditemukan foto janin sudah meninggal. Kemudian DF kami interogasi, dia mengaku janin tersebut hasil aborsi," kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi usai reka ulang kasus ini di rumah DF, Rabu (3/3/2021).

DF pun diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Keesokan harinya, Rabu (5/2), polisi menggeledah kamar rumah pemuda pengangguran tersebut.

Saat itu, petugas menemukan barang bukti sisa obat-obatan untuk menggugurkan kandungan. Yaitu 5 butir tablet merek Misoprostol, 4 butir pil warna putih, serta 2 kapsul OMPRZ. Polisi juga menyita sebuah sekop dan linggis yang digunakan DF mengubur janin hasil aborsi.

Pada hari yang sama, petugas juga meringkus kekasih DF berinisial SG, warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kandungan gadis yang bekerja di pabrik kertas inilah yang digugurkan.

"Usia janin yang digugurkan tersangka baru lima bulan, jenis kelaminnya laki-laki," terang Deddy.

Kepada penyidik, DF dan SG mengaku melakukan aborsi di kamar rumah DF pada Sabtu (16/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Sejoli ini dibantu sahabat SG berinisial DA, warga Kecamatan Balongpanggang, Gresik.

Saat itu, SG meminum 5 butir obat penggugur sekaligus. Obat tersebut bereaksi sekitar 10 jam kemudian. Sekitar pukul 22.00 WIB, SG merasakan demam dan sakit pada perutnya. Barulah pada Minggu (17/1) sekitar pukul 00.15 WIB, janin keluar dari rahim SG dalam kondisi tewas.

"SG dibantu sahabatnya dengan dipijat punggungnya karena punggungnya sakit. Sahabatnya mendampingi sampai janin selesai dikubur," jelas Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rahmawati Laila.

Tersangka DF lantas memandikan janin korban aborsi tersebut menggunakan air hangat. Pemuda pengangguran ini mengubur darah dagingnya itu di kebun tepat di samping kanan rumahnya.

"Motifnya karena mencari pekerjaan susah. Dia (SG) masih training di tempat kerjanya, dia takut dipecat," terang Laila.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel