2 Orang Tewas Saat Kuras Sumur di Probolinggo, Diduga Keracunan Asap Genset

Lokasi dua orang tewas saat menguras sumur di Probolinggo/Foto: M Rofiq/detikcom
Probolinggo - Dua orang tewas dan satu orang kritis saat menguras sumur di Kabupaten Probolinggo. Mereka diduga keracunan asap mesin genset.

Peristiwa itu terjadi di Desa Klampok, Kecamatan Tongas. "Tiga korban membersihkan dan keruk sumur untuk kedalaman sumurnya. Agar tekanan air bisa lebih kencang, dan bisa mengairi sawah milik ketiga korban, untuk persiapan musim kemarau," ujar seorang saksi, Sodik (45), Kamis (20/5/2021).

"Namun nahas, dua korban yang masuk ke dalam sumur kemungkinan kebanyakan menghirup asap mesin genset, membuat tubuhnya lemas," imbuhnya.

Polisi yang datang ke lokasi langsung memasang police line. Kemudian Tim Inafis Satreskrim Polres Probolinggo Kota menggelar olah TKP, untuk bahan penyelidikan penyebab kematian korban.

"Ada warga minta tolong ada 3 korban di dalam sumur lemas saat bersihkan sumur. Bersama warga akhirnya datang ke lokasi dan langsung menyelamatkan ketiga korban dari dalam sumur. Dua orang meninggal dunia dan satu kritis masih dirawat di RSUD Tongas. Sumur milik korban Totok," jelas Sodik.

Kronologinya, Totok (31), Nur Solihin (56) dan Sudiono menguras atau memperdalam sumur untuk pengairan sawah persiapan musim kemarau. Totok dan Nur di dalam sumur terlalu lama, sehingga banyak menghirup karbondioksida yang dikeluarkan mesin genset. Mereka berdua merupakan warga Desa Sebalung, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Mendengar teriakan korban, Sudiono langsung lari ke sumur. Ia berusaha mengevakuasi kedua korban. Namun Totok meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Nur meninggal saat perawatan di RSUD Tongas Tongas,

Sudiono juga dirawat di IGD RSUD Tongas. Ia kritis karena banyak menghirup asap mesin genset saat mengevakuasi korban.

Kapolsek Tongas Iptu Gendut Wijayanto mengatakan, saat polisi datang ke lokasi kejadian, warga sudah mengevakuasi 3 korban dari sumur secara manual. Dugaan sementara korban keracunan asap. Namun pihaknya masih menunggu hasil dari Tim Inafis dan tim medis RSUD Tongas soal visum jenazah korban.

"Ada informasi dari masyarakat ada kecelakaan kerja ke pihak kepolisian. Saat itu saya rapat bersama Forkopimcam Tongas langsung ke TKP, dan sudah ada warga menolong korban secara manual," terang Iptu Gendut.

"Korban bersihkan sumur dan mengeruk untuk didalamkan sumurnya, agar bisa keluarkan air lebih banyak. Diduga korban kebanyakan menghirup asap karbondioksida yang beracun dari mesin genset. Kita masih melakukan penyelidikan kasus ini, untuk memastikan penyebab pastinya," tambahnya.

Pihak kepolisian mengimbau warga lebih hati-hati saat membersihkan sumur. Tidak menghidupkan mesin genset di dalam sumur, karena asap yang dikeluarkan beracun dan bisa menyebabkan kematian.

Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel