Anggota TNI Diteriaki Maling Sebelum Dikeroyok di Terminal Bungurasih

Korban anggota TNI ditolong warga usai dikeroyok preman/Foto: Istimewa (Dok Polresta Sidoarjo)
Sidoarjo - Anggota TNI sempat diteriaki maling sebelum dikeroyok belasan orang di sekitar Terminal Purabaya-Bungurasih. Polisi telah mengamankan empat preman yang mengeroyok anggota TNI hingga babak belur.

Salah satu saksi, Willy Irawan mengaku saat dirinya sedang duduk-duduk di teras rumah, dia mendengar ramai orang yang berteriak maling.

"Sekitar jam 03.00 WIB dini hari, terdengar gaduh orang teriak "maling...maling" semakin lama teriakan semakin terdengar," kata Willy kepada detikcom di Surabaya, Senin (24/4/2021).

Lalu, Willy memutuskan untuk mendatangi lokasi yang berada tak jauh dari rumahnya. Saat itu, sudah terjadi pengeroyokan belasan orang pada satu orang yang dituduh maling.

"Setelah didatangi, ada sebagian orang yang meneriaki maling seseorang dan mengeroyoknya. Ada mungkin belasan orang yang melakukan pengeroyokan," ungkapnya.

Willy mengaku tidak bisa melerai karena pelaku cukup banyak. Akhirnya, Willy mencoba menghubungi Polsek Waru, namun tidak ada jawaban hingga anggota TNI yang dikeroyok terkapar.

"Saat itu saya hendak melerai, namun karena banyaknya yang mengeroyok jadi tidak bisa. Terus saya inisiatif telpon polsek terdekat, yakni Polsek Waru. Namun hingga beberapa kali tidak ada jawaban," tambah Willy.

Tak hanya itu, Willy sempat mencoba menanyakan pada pelaku mengapa korban diteriaki maling, tapi para pelaku pengeroyokan tidak ada yang bisa menjawab.

"Tidak jelas, kenapa awalnya orang yang TNI ini akhirnya diteriaki maling. Namun ketika ada seseorang yang saya tanya si korban ini maling apa, juga tidak dijawab," imbuhnya.

Akhirnya, belasan pelaku ini baru berhenti saat korban terkapar. Lalu, Willy mengatakan ada temannya memanggil polisi yang sedang berjaga di dalam kawasan terminal.

Willy juga menyebut pelaku bukanlah warga di sekitar Terminal Purabaya-Bungurasih. Sebab, dirinya yang merupakan warga asli Bungurasih mengaku tidak kenal dengan para pelaku.

"Pengeroyokan selesai sekitar pukul 03.30 WIB setelah korban terkapar. Selanjutnya ada seorang teman yang inisiatif memanggil polisi yang berjaga di terminal. Setelah dilihat identitasnya oleh polisi tersebut, benar adanya korban adalah anggota TNI AL," lanjut Willy.

Setelah polisi datang, akhirnya anggota TNI AL tersebut dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat penanganan. Kasus ini juga telah ditangani dan polisi kini masih memburu pelaku lain.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel