Bejat, Bapak di Nganjuk Perkosa Anak Sendiri dengan Alasan Istri Meninggal

Pelaku (tanda panah) saat dirilis di hadapan wartawan (Foto: Sugeng Harianto)
Nganjuk - Seorang anak menjadi korban pemerkosaan bapak kandungnya sendiri di Nganjuk. Ayah berusia 41 tahun itu memperkosa anaknya dengan alasan istrinya telah meninggal.

"Jadi korban baru berusia 12 tahun diperkosa oleh ayah kandung sendiri warga salah satu kelurahan di Nganjuk. Pelaku inisial SYT," ujar Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama kepada wartawan Jumat (21/5/2021).

Dari pengakuan pelaku, kata Harvi, korban dua kali mengalami pemerkosaan yang dilakukan di rumahnya sendiri. Pelaku mengaku khilaf atas perbuatan bejat kepada anaknya karena sang istri meninggal dunia.

"Pelaku mengaku khilaf karena kesepian sejak istri meninggal dunia dan melampiaskan ke anak kandungnya," kata Harvi.

Di hadapan wartawan, pelaku mengaku awalnya membujuk anak gadisnya dengan meminta dipijat. Saat dipijat tersebut sang pelaku timbul nafsu bejat untuk menyetubuhi korban yang tidak berani menolak.

"Awalnya saya suruh mijat badan kemudian saya nafsu dan saya ajak bersetubuh anak saya. Saya kesepian istri meninggal dunia saat melahirkan," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas mengatakan perbuatan pelaku dijerat pasal 46 UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara.

"Pelaku kita dijerat pasal 46 UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," jelas Nikolas.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel