Kecelakaan Kerja di Pabrik Kertas Mojokerto, Korban Tewas Keracunan Gas

Lokasi kejadian (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Kecelakaan kerja di pabrik kertas PT Pakerin mengakibatkan 1 pekerja tewas dan 2 lainnya kritis. Hasil autopsi menunjukkan korban tewas keracunan gas saat mengecek tandon bubur kertas.

Pekerja yang tewas adalah Slamet Agus (43), warga Desa Selotapak, Trawas, Mojokerto. Jenazah Agus telah diautopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo pada Rabu (26/5).

"Informasi yang kami dapat dari dokter yang melakukan autopsi ada tanda-tanda keracunan gas yang ditemukan pada jenazah korban," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (28/5/2021).

Namun, lanjut Andaru, belum bisa dipastikan jenis gas beracun yang dihirup korban hingga tewas. Menurut dia, tanda-tanda keracunan gas salah satunya sejumlah organ dalam korban berwarna gelap.

"Jadi, jantung, paru-paru, ginjal, hati dan limpa berwarna gelap. Ini merupakan ciri-ciri yang ditemukan pada korban keracunan gas," terangnya.

Saat ini, penyelidikan terhadap kasus kecelakaan kerja di PT Pakerin terus berjalan. Polisi telah melakukan olah TKP dan menggali keterangan dari para saksi.

"Kami panggil saksi-saksi yang ada di TKP untuk mendapatkan peristiwa yang sebenarnya," tandas Andaru.

Kecelakaan kerja terjadi di bagian Cahst 309 PT Pakerin, tepatnya di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Mojokerto pada Rabu (26/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, 4 karyawan pabrik kertas tersebut bekerja mengecek tandon bubur kertas untuk memastikan tandon sudah bersih setelah direndam dengan cairan.

Mereka adalah Slamet Agus (43), warga Desa Selotapak, Trawas, Mojokerto, Suriyono (56), warga Desa Tlasih, Tulangan, Sidoarjo, Sujiono (45), warga Desa Wirobiting, Prambon, Sidoarjo, serta Sugiyat.

Tiba-tiba Agus tumbang di dalam tandon tersebut. Disusul Suriyono dan Sujiono juga tumbang saat akan menolong Agus. Insiden ini mengakibatkan Agus tewas, sedangkan Suriyono dan Sujiono kritis.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel