Mengapung di Sungai, Mayat Bayi Perempuan di Mojokerto Diduga Hasil Hubungan Gelap

Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat bayi perempua di Sungai Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
MOJOKERTO - Penemuan mayat bayi perempuan menggemparkan warga Dusun Mojogeneng, Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Mayat itu ditemukan mengampung di aliran sungai oleh seorang warga, saat hendak buang air kecil.

Mayat bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB. Yudi (35) warga setempat menuturkan, mayat bayi itu ditemukan dalam kondisi mengapung di tepian sungai. Ketika itu warga sempat mengira adalah sebuah boneka yang dibuang di sungai.

"Kondisi bayi saat awal ditemukan tadi surah memucat tanpa pakaian dan ari-ari masih menempel di perutnya. Warga tadi sempat kaget, karena setelah dicek bukan boneka melainkan sesosok bayi," kata Yudi saat ditemui di lokasi penemuan bayi , Senin (31/5/2021).

Sontak saksi langsung melaporkan temuan mayat tersebut ke perangkat desa setempat. Tak lama petugas Polsek Jatirejo yang mendapati laporan adanya temuan bayi , langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi sebelum akhirnya mengevakuasi jasad bayi .

Sementara itu, Kapolsek Jatirejo, Iptu Sukaca saat dikonfirmasi mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi terkait penemuan jasad bayi perempuan tersebut, Saat ini jenazah bayi sudah dievakuasi dan masih dalam proses pemeriksaan tim dokter RS Bhayangkara Pusdik Shabara Porong.

"Saat ini anggota Polsek Jatirejo, dan Reskrim Polres Mojokerto, masih melakukan penyelidikan pengumpulan barang keterangan (pulbaket) di sekitar TKP, dan bayi sementara kita bawa ke RS Bhayangkara Pusdik Shabara Porong untuk dilakukan autopsi," ungkapnya.

Dari pemeriksaan sementara, bayi tersebut diperkirakan baru dilahirkan sebelum dibuang ke sungai dan ditemukan meninggal. Hal itu berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di tubuh bayi. Dimana ari-ari atau tali pusar bayi masih menempel pada bagian perut bayi.

"Saat ditemukan kondisi bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia. Bayi itu diperkirakan masih berusia 1 hari karena tali pusar masih menempel pada bagian tubuhnya," jelasnya. 

Sampai saat ini, pihaknya masih berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap orang tua yang tega membuang bayinya itu. Selain itu, Sukaca mengaku masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dan pengumpulan keterangan saksi juga barang bukti.

"Apakah bayi itu sengaja dibuang karena hasil hubungan gelap atau seperti apa itu masih kita selidiki. Kalau di lokasi tadi kita hanya mengamankan jasad bayi saja, ada juga satu sendok makan yang kita temukan di sekitar lokasi, namun kita tidak berani menyimpulkan apakah ada kaitannya dengan bayi itu," pungkas Sukaca.

Sumber : SINDONEWS.COM

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel