Waspada Yang Nekat Mudik ke Banyuwangi, Satgas Pemburu Mudik Mulai Disebar

Banyuwangi - Polisi membentuk satgas kewaspadaan pemudik untuk memantau dan mencari masyarakat yang nekat melakukan mudik ke Banyuwangi. Mereka disebar ke sejumlah titik penyekatan, check point dan pos pantau di wilayahnya masing-masing. Jika ketahuan mudik, tak segan Satgas akan meminta pemudik untuk putar balik.

Sejumlah pos pantau mulai didirikan dan para personel juga sudah disiapkan untuk ditempat di masing-masing pos pantau. Mereka akan melakukan penyekatan dan juga memantau kendaraan pemudik.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin mengatakan pasukan pemburu pemudik ini akan terus memburu para pemudik dan pendatang.

"Semua personil juga disebar ke sejumlah titik yang sudah ditentukan ada Satgas Kewaspadaan Pemudik. Jika ketemu mereka, maka pemudik wajib di suruh putar balik," ujar Arman kepada detikcom, Sabtu (1/4/2021).

Pemburu pemudik ini menyasar masyarakat yang nekat melakukan perjalanan menggunakan jalur-jalur tikus. Jadi boleh saja mereka lewat jalan tikus dan sebagainya, tapi jika sampai ke Banyuwangi, maka Satgas kewaspadaan akan melakukan penindakan jika ditemukan pemudik.

"Para pemudik akan ditindak sesuai aturan. Apa aturannya? Ya suruh putar balik," cetusnya.

Para personel pemburu pemudik itu, masih kata Arman, juga menyisir di sejumlah pelabuhan rakyat dan juga jalur-jalur tikus yang ada di tiga penyekatan. Tiga penyekatan itu, ditempatkan di empat titik yaitu Kecamatan Licin, Wongsorejo, Ketapang, dan Kalibaru.

Ditambahkan oleh Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kompol Akhmad Fani Rakhim, hingga saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi larangan mudik di beberapa tempat keramaian. Termasuk di beberapa pos penyekatan yang ada di seluruh Banyuwangi.

"Semua personel akan bekerja secara maksimal, sekaligus menyosialisasikan larangan mudik di tanggal 6-17 Mei tersebut," paparnya.

Fani menjelaskan, untuk penindakan pemudik, akan dilakukan secara terukur dan berjenjang. Baik itu dalam penindakan secara hukum dan pembinaan.

"Kami berlakukan semua ini untuk menekan angka penyebaran COVID-19, agar dari zona orange kembali ke zona kuning maupun hijau," pungkasnya.

Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel