Tragis! Stres Ditagih Pinjol, Pria di Tulunggagung Tusuk Dada Hingga Meregang Nyawa

TULUNGAGUNG - Motif dugaan bunuh diri laki laki berinisial OS (36) warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung akhirnya terungkap. Diduga karena dipusingkan tagihan pinjaman online (pinjol), OS nekat menyayat leher, pergelangan tangan, menusuk dada dengan pisau dapur, serta menenggak cairan lantai.

"Dari keterangan saksi dan memeriksa handphone korban, dugaan sementara korban terlilit pinjaman online ," ujar Kasubag Humas Polres Tulungagung Iptu Trisakti kepada wartawan Kamis (24/6/2021).

OS ditemukan pertama kali kakak perempuannya di ruang tamu rumahnya Rabu (23/6) siang. Kondisinya sudah sekarat. Saat saksi tiba dalam rumah, korban masih sempat mengerang kesakitan.

Darah berceceran di mana mana. Di dekat korban tergeletak pisau dapur. Kepada petugas saksi mengaku datang setelah sebelumnya ditelpon korban. Yang bersangkutan meminta tolong untuk dipanggilkan ambulans. Saat itu juga OS dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Namun nyawanya tidak tertolong.

OS tewas di rumah sakit karena kehabisan darah serta paru-paru yang rusak akibat tusukan. Dari hasil visum dan autopsi petugas menemukan cairan sejenis pembersih lantai di dalam lambung korban. Selain melukai diri dengan pisau dapur, korban diduga juga menenggak cairan pembersih lantai.

Hasil pemeriksaan CCTV di rumah korban, petugas tidak menemukan indikasi yang mengarah pada aksi pembunuhan. Petugas memastikan kematian korban murni disebabkan bunuh diri. "Kematian korban murni karena mengakhiri hidup," kata Trisakti. Dari pemeriksaan ponsel korban, motif bunuh diri akhirnya terungkap.

Petugas menemukan percakapan terkait tagihan hutang dari pinjol. Informasinya, pinjaman yang harus dilunasi korban mencapai belasan juta.

Belum diketahui pasti pinjaman tersebut dipakai untuk keperluan apa. Diduga karena merasa tertekan dengan tagihan, korban kemudian memutuskan menyudahi hidup. "Diduga korban depresi karena banyak yang menagih," pungkas Trisakti.

Sumber : SINDONEWS.COM
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel