Maunya Laporkan Mantan Suami ke Polisi, Wanita Ini Malah Ditahan

Ilustrasi penjara (Foto: Andi Saputra)
Semarang - Seorang perempuan warga Palembang kini mendekam di rumah tahanan di Purbalingga, Jawa Tengah. Ia disel usai melaporkan mantan suaminya terkait pemalsuan dokumen.

Perempuan bernama Elmiai Iteh itu mengadukan nasib yang menimpanya ke Polda Jateng dan Kejaksaan Tinggi Jateng. Lewat kuasa hukumnya, Mahendra Eka Baskhara, disebutkan Elmiai melaporkan mantan suaminya di Polda Jateng pada 23 Februari 2021.

"Klien kami telah melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan surat, menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akte otentik, dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP, Pasal 266 KUHP, dan Pasal 372 KUHP," kata Mahendra di Semarang, Rabu (28/7).

Laporan di Polda belum berproses, Elmiai justru dilaporkan balik oleh mantan suaminya, D, di Polres Purbalingga pada 21 April 2021. Elmiai dilaporkan terkait dugaan menelantarkan anak. Buah hati dari Elmiai dan D kini tinggal bersama D.

"Mengadukan klien kami dengan dugaan tindak pidana penelantaran terhadap anak dan atau menelantarkan orang lain dalam lingkup rumah tangganya," ujarnya.

Tidak hanya sampai di situ, kakak D juga melaporkan Elmiai ke Polres Purbalingga dengan dugaan penggelapan pada 31 Mei 2021. Untuk diketahui, Elmiai, D, dan keluarga sebelumnya menjalankan usaha bersama namun kini Elmiai yang sempat menjadi komisaris sudah dikeluarkan dari perusahaan keluarga itu.

"Melaporkan klien kami tentang dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dalam kalangan keluarga sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP jo. Pasal 376 KUHP," jelasnya.

Namun Elmiai mempertanyakan soal laporan tersebut karena jika ada dugaan penggelapan dalam perusahaan maka harus ada audit terlebih dahulu. Selain itu kerugian yang disebut Rp 38 juta tersebut uang apa.

"Itu uang apa? Apakah uang gaji? Belum ada audit. Diduga ada kriminalisasi," terang Mahendra.

Ia menjelaskan yang disesalkan oleh kliennya yaitu kepolisian menangkap dan menahannya di rutan. Menurut Mahendra ada upaya restorasi justice dengan syarat mengembalikan uang tersebut dalam satu hari. Namun karena masih janggal dan tidak bisa terpenuhi, kliennya ditahan.

"Kemudian klien kami ditangkap, diperiksa malam harinya, keesokan harinya diberikan undangan restorative justice, hasil deadlock kemudian klien kami langsung dikenakan tindakan penahanan selama 20 hari terhitung mulai tanggal 4 Juli 2021 sampai dengan tanggal 23 Juli 2021, ini diperpanjang," jelasnya.

Selengkapnya: Alasan Polres Purbalingga menahan Elmiai...

Oleh sebab itu Elmiai melakukan pengaduan ke Polda Jateng dan Kejati Jateng untuk meminta keadilan. Aduan ke Polda Jateng sudah dilakukan sejak pelaporan terhadap Elmiai dilakukan, kemudian berlanjut ke Kejati.

"Surat aduan sudah kami serahkan kepada Kapolda Jateng, Dir Reskrimum Polda Jateng, Kabidkum Polda Jateng, Irwasda Polda Jateng, Kabid Propam Polda Jateng pada tanggal 17 Juni 2021, selain surat tersebut di atas kami juga mengirim surat kepada Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Jateng dan Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jateng pada tanggal 26 Juli 2021," terang Mahendra.

"Dalam isi surat menegaskan, Elmiai Iteh memohon dan mencari keadilan, perlindungan hukum dan kepastian hukum kepada Kapolda Jateng, Kejati Jateng dan apabila hal tersebut tidak juga mendapatkan tanggapan maka akan disampaikan Kepada Kapolri, DPR RI bagian Komisi tiga dan Presiden Republik Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Purbalingga AKP Gorbachev mengatakan penanganan kasus tersebut sudah sesuai porsedur mulai dari adanya pengaduan hingga laporan. Upaya restorative justice sudah dilakukan namun pemanggilan terhadap Elmiai tidak dipenuhi.

"Sejak awal kami sudah upayakan restorative justice. Pemanggilan lewat surat fisik hingga melalui WA sudah dilakukan. Beberapa kali dipanggil tidak datang," kata Gorbachev lewat sambungan telepon, Kamis (29/7/2021).

Kepolisian juga sudah memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti. Ia menegaskan penanganan dilakukan sesuai prosedur.

"Kita sudah melakukan sesuai prosedur. P-19 sudah kita kembalikan ke kejaksaan, sekarang kita menunggu hasilnya," tandasnya.

Kedua belah pihak sebenarnya sudah sempat bertemu pasca pemanggilan yang tidak kunjung dihadiri Elmiai. Namun belum juga ada titik temu dan penanganannya sehingga berujung penahanan. Namun Gorbachev menegaskan masih membuka pintu restorative justice karena kedua belah pihak pernah berkeluarga.

"Selama penanganan masih di Polres kami tetap membuka pintu selebar-lebarnya agar bisa terwujud restorative justice pada perkara tersebut," tegasnya.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel