Penjaga Kebun di Banyuwangi Cabuli 2 Bocah

Pelaku pencabulan di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - Penjaga kebun di Banyuwangi mencabuli dua anak yang masih di bawah umur. Pencabulan terjadi di sebuah kebun buah naga.

Polisi menangkap S (46), warga Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Di depan petugas, tersangka mengakui semua perbuatan bejatnya itu.

"Kita tangkap tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Saat ini masih diperiksa intensif oleh penyidik," ujar Kompol Sudarsono, Kapolsek Rogojampi kepada wartawan, Kamis (30/9/2021)

Dalam pemeriksaan, kata Sudarsono, tersangka mengakui semua perbuatannya. Awalnya, tersangka bertemu dengan dua anak yang masih berusia 7 dan 8 tahun itu di jalan. Lalu mereka diajak ke warung dan dikasih uang Rp 10 ribu. Keesokan harinya, tersangka kembali menjanjikan bertemu dan janji akan memberikan uang lagi.

"Korban kemudian datang lagi bertemu tersangka. Kemudian keduanya diajak ke kebun buah naga. Pada saat itulah, keduanya dicabuli," tambahnya.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka kemudian kembali memberikan uang kepada korban. Tak lupa, tersangka juga mengancam korban untuk tidak memberitahu siapa pun.

"Kemudian korban dikasih yang Rp 15 ribu. Dan mengancam agar tidak cerita ke orang tuanya. Selain itu, tersangka kemudian meminta kembali dua anak itu keesokan harinya untuk bertemu lagi. Tapi keduanya sudah takut dan tidak mau," tambahnya.

Kasus pencabulan ini terungkap setelah salah satu korban menceritakan hal tersebut ke orang tuanya. Orang tua bocah itu tidak terima dan melaporkan hal tersebut ke polisi.

"Setelah kita mendapatkan laporan kita bergerak ke rumah pelaku," tambahnya.

Selain menahan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sebuah sepeda motor, baju hingga celana. Atas perbuatannya, pelaku saat ini sudah meringkuk di sel tahanan.

Pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) atau Pasal 81 ayat (2) UU RI No 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel