Diduga Tabrak Lari, Sebuah Mobil Jadi Bulan-bulanan Massa di Surabaya

Mobil yang dirusak massa karena diduga melakukan tabrak lari (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya - Sebuah mobil Daihatsu Ayla jadi bulan-bulanan warga yang mengamuk di kawasan Pucang Anom. Amukan warga terjadi karena mobil tersebut diduga melakukan tabrak lari.

Pantauan detikcom di lokasi kejadian, tampak pecahan kaca mobil di dekat Pasar Pucang Anom. Sementara, mobil yang diamuk massa dibawa ke Polsek Gubeng.

Saksi mata di lokasi kejadian, Sumiati mengatakan kejadian perusakan mobil itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Menurut Sumiati, amukan warga disebabkan karena mobil itu disebut melakukan tabrak lari.

"Katanya nabrak di Gubeng, terus dikejar orang. Dia gak berani berhenti, karena lewat Pucang Anom macet, akhirnya diberhentikan (warga)," kata Sumiati kepada detikcom, Rabu (6/10/2021).

Sumiati menjelaskan sopir mobil tidak dipukul massa. Namun, massa merusak mobil hingga rusak di beberapa bagian.

"Kacanya pecah belakang, samping. Benjut kabeh (peyok semua) mobilnya. Kasihan sopirnya sudah sepuh (tua)," imbuhnya.

Kapolsek Gubeng Akay Fahli mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian dugaan tabrak lari tersebut. Saat ini, polisi sedang melakukan olah TKP.

"Saya baru bisa mendapat keterangan dari si pemilik mobil. Tapi belum dapat keterangan korban. Kami belum dapat laporannya masih dicek petugas ke TKP," katanya.

"Dari pengakuan si pemilik mobil, kejadiannya dari tikungan di kawasan Biliton, ada yang menabrak mobilnya dari belakang. Pemilik mobil sempat berhenti tapi gak sempat turun karena ramai. Akhirnya beliau berinisiatif menuju ke kantor polisi terdekat tapi di Jalan Pucang Anom, ramai orang di sana, dan terjadi (kejadian perusakan)," sambungnya.

Akay Fahli menegaskan, pihaknya masih mencari keterangan pengemudi yang ditabrak di kawasan Biliton. Selain itu, ia juga mencari orang yang merusak mobil bernopol L 1894 MZ tersebut.

"Kita masih mendalami dari penabrak, pemilik mobil juga kenapa ada darah di mobil. Kita juga masih dalami ditabrak atau menabrak (si pemilik mobil). Kita cari siapa yang merusak mobil ini, bagaimana pun merusak itu salah," tandas Akay.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel