Wanita di Surabaya Tewas Bersimbah Darah dalam Pangkuan Anaknya

Evakuasi wanita yang tewas bersimbah darah/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya - Seorang wanita ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Polisi menyebut yang bersangkutan merupakan korban penganiayaan.

Korban yakni Djasmi (46) asal Desa Senepo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Di Surabaya, ia tinggal di Jalan Wisma Tirto Agung Asri Kavling 4, Kelurahan Gununganyar.

Rumah korban awalnya dalam kondisi terkunci dari luar. Setelah dibuka, sang anak bernama Septia Pratama menemukan Djasmi sudah bersimbah darah sekitar pukul 12.00 WIB. Sang anak kemudian melapor ke satpam dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Polisi, Linmas dan Inafis Polrestabes Surabaya masih berada di lokasi melakukan identifikasi. Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah korban sudah dievakuasi ke kamar mayat RSU dr Soetomo, dengan menggunakan mobil jenazah milik Dinas Sosial Pemkot Surabaya.

Septia mengatakan, saat dirinya berada di tempat kerja, Djasmi sempat menelepon. Sang ibu meminta Septia pulang ke rumah sekitar pukul 10.40 WIB.

"Waktu telepon bilang dipukuli. Cuman ini (rumah) dikunci dari luar," kata Septia kepada wartawan di lokasi, Jumat (15/10/2021).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana mengatakan,Djasmi menjadi korban penganiayaan. Siapa yang menganiaya korban?

"Setelah kita melakukan olah TKP, kebetulan di sini kita juga bertemu putra dari korban Ibu Djasmi. Diduga ada penganiayaan sehingga mengakibatkan yang bersangkutan meninggal," kata Mirzal.

"Ditemukan luka di bagian kening kiri. Kemudian di bagian kepala belakang sampai kulitnya terkelupas. Sehingga korban kehabisan darah dan meninggal di pangkuan putranya," ungkap Mirzal.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel