Haru! Korban Pencurian di Banyuwangi Maafkan Pelaku, Bahkan Diberi Sembako

Korban memaafkan pelaku pencurian di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Tak semua aksi pencurian berakhir di meja hijau. Bahkan ada yang berakhir damai dan mengharukan. Terbukti, di Banyuwangi korban pencurian justru memaafkan pelakunya.

Bahkan si pelaku mendapatkan hadiah sembako dari korban. Berkas kasus pencurian itu juga dicabut oleh korban.

Pelaku adalah AS, warga Desa/Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. AS mencuri kompresor pendingin ruangan dan besi tua milik Bambang Suhermanto, warga Desa Rejoagung, Srono, Banyuwangi.

Bambang lalu melapor ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap AS. Namun dalam kasus ini, polisi tak langsung memproses AS. Polisi masih melakukan mediasi.

Mediasi digelar di Balai Desa Wonosobo yang dilakukan oleh Polsek, perangkat desa, dan kecamatan Srono, Banyuwangi, pada Kamis (25/11). Mediasi tersebut ternyata penuh tangis haru dan berakhir damai.

Pasalnya, Bambang akhirnya memaafkan AS yang telah mencuri barang miliknya. Ini didasari karena rasa iba Bambang terhadap AS yang merupakan warga tidak mampu. Sebaliknya, AS juga meminta maaf kepada Bambang dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Tangis haru pun pecah saat keduanya berpelukan usai AS meminta maaf.

Kepala Desa Wonosobo Imam Muslim membenarkan perihal mediasi antara warga Kecamatan Rogojampi dan Pengusaha asal Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, di desanya. Hal tersebut dilakukan lantaran Tempat Kejadian Pencurian (TKP) berada di Desa Wonosobo.

"Memang benar, kemarin itu ada mediasi antara pelaku pencurian dan korban. Berakhir damai," ujar Imam kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Bahkan, kata Imam, Bambang yang seorang pengusaha LPG itu memaafkan sekaligus memberikan sembako kepada AS dan keluarganya.

"Pelaku merupakan warga tidak mampu. Dia diantar oleh keluarganya dan meminta maaf kepada korban. Ada beberapa sembako yang diberikan kepada pelaku dan keluarga," beber Imam.

"Saya sebagai Kepala Desa mengucapkan terima kasih pada Pak Bambang, inilah yang namanya hati nurani yang dipakai, bukan karena emosi nafsu dan sebagainya, hati yang dipakai. Termasuk Pak Bambang sudah mengeluarkan hati yang lebih dalam, untuk AS jangan diulangi lagi. Kalau diulangi lagi bukan Pak Bambang, saya yang mengarahkan untuk hukum selanjutnya," tegas Imam.

Imam juga sangat mengapresiasi langkah Polsek Srono dalam mengedepankan Restorative Justice dalam penanganan sebuah perkara di wilayah hukumnya.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel