Hilang Saat Main Hujan, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai

Saat petugas mencari keberadaan korban hilang (Foto: Chuk S Widarsha)
Bondowoso - Sesosok mayat ditemukan di Sungai Sampean, Desa Taman, Bondowoso. Mayat tersebut tersangkut bebatuan.

Setelah diamati secara seksama, ternyata mayat itu adalah seorang bocah perempuan berusia sekitar 5 tahunan dengan pakaian masih lengkap.

Mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh Juniati (50), warga Desa Taman, Taman Krocok, Bondowoso. Kala itu ia sedang mencuci pakaian di sungai besar tersebut.

"Pas lagi nyuci di sungai pagi tadi itu tiba-tiba saya melihat mayat. Langsung sampaikan ke warga lain. Terus datang semua," ungkap Jumiati kepada detikcom, Rabu (1/12/2021).

Jumiati mengaku saat kejadian sebenarnya ada beberapa orang yang juga tengah mencuci di sungai itu. Namun, kebetulan hanya dirinya yang melihat mayat tersebut.

"Saya secara spontan langsung teriak-teriak menyampaikan pada warga tentang apa yang saya lihat. Orang-orang langsung berdatangan," pungkas perempuan paruh baya ini.

Warga langsung mengangkat dan mengevakuasi mayat bocah tersebut. Kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan identifikasi dan autopsi luar untuk mengetahui kepastian penyebab meninggalnya.

Ternyata mayat bocah perempuan itu adalah korban yang hilang sehari sebelumnya. Korban adalah Gita Maulidya Deswita (5), warga Desa Kretek, Taman Krocok, Bondowoso. Puteri pasangan Setianto dan Yuliana ini memang hilang terbawa arus sungai kecil tak jauh dari rumahnya pada Selasa (30/11) sore.

Awalnya bocah tersebut bermain berdua bersama temannya di sungai kecil dekat rumahnya. Kala itu memang sedang hujan cukup deras. Diduga korban kemudian terbawa arus sungai.

Pihak keluarga lantas segera melakukan pencarian dibantu warga sekitar. Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Bondowoso serta aparat TNI/Polri serta unsur lainnya pun lantas melakukan operasi pencarian.

Mereka kemudian melakukan penyisiran sungai sepanjang aliran sungai, hingga sungai besar Sampean. Sekitar 7 kilometer dari tempat kekadian. Namun karena terkendala gelapnya malam, operasi dihentikan. Rencananya akan dilanjutkan esok harinya.

"Kami langsung menggelar operasi pencarian. Tapi karena terkendala gelap, rencananya akan dilanjutkan esok," jelas Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Dadan Kurniawan.

Namun, imbuh Dadan, Tuhan ternyata berkehendak lain. Survivor atau korban ditemukan warga sudah meninggal, sekitar 7 kilometer dari desa korban tempat pertama kali hilang.

"Pihak keluarga menerima sebagai musibah. Setelah dilakukan visum luar, korban akan langsung dikebumikan," imbuhnya.

Lebih jauh Kalaksa BPBD ini juga mengimbau, agar masyarakat tetap siaga. Terutama pada daerah-daerah yang memang rawan banjir. Sebab, bulan ini intensitas hujan mulai tinggi.

"Khususnya untuk warga yang rumahnya ada di sekitar bantaran sungai. Tetap siaga dan waspada. Karena akhir-akhir ini curah hujan makin meningkat," pungkas Dadan Kurniawan.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel