Peras Petani Banyuwangi Rp 20 Juta, 6 Polisi Gadungan Diciduk

Enam polisi gadungan diamankan setelah memeras petani (Foto: Dok. Polresta Banyuwangi)
Banyuwangi - Enam pelaku pemerasan di Banyuwangi yang mengaku sebagai polisi diamankan. Enam polisi gadungan ini mengaku sebagai anggota Resmob Satnarkoba Polda Jatim.

Mereka menjebak seorang petani seolah-olah tengah melakukan pesta sabu. Kemudian, mereka meminta uang tebusan agar kasus tersebut tidak diproses hukum.

Keenam pelaku adalah SM warga Desa Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo dan SD warga Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo. Selanjutnya ada NH alias HS, PR, DD, dan DN alias KB, berasal dari Jember.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan penangkapan keenam polisi abal-abal ini berawal dari laporan korban MJ (60), warga Dusun Sidodadi, Desa Karetan, Purwoharjo, Banyuwangi.

Tanggal 20 Desember 2021, korban didatangi tersangka SM untuk diajak pesta sabu. Namun korban menolak ajakan tersebut.

Tak lama kemudian, rumah korban didatangi tiga orang laki-laki yang mengaku sebagai petugas kepolisian Polda Jatim bagian Narkoba. Rupanya ketiga orang ini merupakan rekan dari tersangka SM.

"Selanjutnya korban MJ dan tersangka SM seolah-olah ditangkap dan dimasukkan ke dalam mobil dalam keadaan korban MJ tangan diikat ke belakang dan mata korban ditutup dengan topi ninja," ungkap Kapolresta Nasrun, Senin (27/12/2021).

Komplotan polisi gadungan ini menakut-nakuti korban dengan membawanya ke Polda Jatim. Namun saat berada di Jember para tersangka mengajukan penawaran kepada korban agar menyerahkan uang Rp 40 juta jika ingin kasus ini tidak dilanjutkan.

"Awalnya para tersangka meminta uang 60 juta. Karena korban tidak memiliki uang, tersangka SM lantas menelepon SD, rekannya yang lain agar membujuk isteri korban untuk menyerahkan uang Rp 40 juta sebagai tebusan," ungkap Nasrun.

Istri korban langsung menjemput suaminya di daerah Ambulu Jember dengan mengendarai mobil Mitsubishi Kuda. Namun karena tak memiliki uang, ia menggadaikan mobilnya seharga Rp 20 juta.

"Uang tersebut selanjutnya diserahkan kepada SM dan seolah-olah uang tersebut oleh SM sebagai uang 86 kepada tersangka lain, lalu korban dan istri diperbolehkan pulang dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Purwoharjo," terangnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut tim gabungan Satreskrim Polresta Banyuwangi dan Unit Reskrim Polsek Purwoharjo langsung melakukan menyelidikan hingga akhirnya berhasil menciduk dua orang tersangka.

"Kedua tersangka yakni SM (46) warga Desa Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo, SD (52) warga Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo,"

Dari hasil interogasi kedua tersangka, polisi selanjutnya berhasil menangkap empat tersangka lainnya. Yakni NH alias HS, PR, DD, dan DN alias KB. Keempatnya berasal dari Kabupaten Jember.

"Keenam tersangka mengakui telah merekayasa seolah-olah sebagai petugas kepolisian dari Polda Jatim bagian Narkoba," terang Nasrun.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 4.000.000, Kartu ATM BCA, satu unit Mobil Mitsubishi Kuda Warna Merah (milik korban) dan 5 (lima) unit Handphone milik para tersangka.

Keenam tersangka dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancamanan hukuman penjara selama-lamanya 9 (Sembilan) tahun.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel