Situs Polres Pasuruan Diretas, Bantah Terkait Kasus Novia Widyasari

Pasuruan -Bripda Randy Bagus, anggota Polres Pasuruan telah ditetapkan sebagai tersangka aborsi kekasihnya, NWR. Mahasiswi 23 tahun itu sendiri tewas menenggak racun di makam ayahnya di Mojokerto.

Di tengah kasus yang menjerat anggotanya, situs Polres Pasuruan menjadi sasaran peretasan. Namun pihak polres membantah itu berhubungan dengan kasus yang tengah menjadi atensi Kapolri tersebut.

Situs https://www.polrespasuruan.com menampilkan latar hitam dengan gambar bergerak kartun wanita yang mengacungkan dua jari simbol 'victory'. Di bawahnya tertulis 'Got hacked' kemudian 'Korupsi adalah budaya Indonesia yg sebenarnya'.

Di bagian paling bawah terdapat tulisan ucapan terima kasih kepada beberapa pihak. 'Speciat thanks to: Rajawali Security Team - Indonesian Predator - Indonesia Secure System - Hutobahu Cyber Team - SK4RLET cross syndicate - BogorGetar-Four Ghost Website'," tulisan tersebut seperti dilihat detikcom, Minggu (5/12/2021).

Kasi Humas Polres Pasuruan Ipda Bambang menyebut bahwa situs itu merupakan laman lama yang sudah dua bulan rusak. Polres Pasuruan, kata dia, sedang dalam proses menggunakan salah satu kanal di situs resmi Polri.

"Situs itu sudah dua bulan error. Itu yang lama. Kan sudah dialihkan ke yang polri.go.id," kata Bambang.

Bambang membantah situs https://www.polrespasuruan.com jadi sasaran peretasan. Apalagi dihubung-hubungkan dengan kasus Bripda Randy Bagus.

"Nggak hacker itu, memang sudah lama rusak. Beberapa orang juga sudah menghubungi saya, tanya apakah karena kasus itu, ya enggak lah, terlalu jauh," tandas Bambang.

Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel