Saat Petugas Evakuasi Bayi dan Ibu Hamil dalam Banjir Pasuruan

Petugas mengevakuasi bayi berusia tiga hari/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan - Banjir di sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Sejumlah warga rentan harus dievakuasi dari rumah yang terendam ke tempat aman.

Pantauan detikcom di Desa Kedawung Kulon, salah satu desa yang paling parah terdampak banjir, tampak petugas dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial hingga kepolisian siaga di lokasi. Sejumlah petugas juga menyisir ke rumah-rumah.

Setelah melakukan penyisiran, petugas yang membawa perahu karet akhirnya menemukan warga yang harus dievakuasi, bayi berusia tiga hari, ibunya serta ibu hamil dan anak-anak. Petugas juga evakuasi orang sakit dan lansia.
Banjir di Kabupaten Pasuruan/ Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Petugas mengangkat mereka ke atas perahu karet. Kemudian menuntun perahu dari rumah warga menuju jalan raya. Mengantarkan warga ke tempat aman.

"Demi keamanan bayi dan ibu hamil kami evakuasi. Mereka meminta diantar ke rumah saudaranya yang lebih aman dari banjir," kata Samsul Huda, petugas Dinkes Kabupaten Pasuruan yang melakukan evakuasi, Selasa (18/1/2022).

Samsul mengatakan, petugas Dinkes sudah siaga sejak Senin (17/1) sore, beberapa saat setelah banjir menerjang. "Tadi malam banyak lansia yang kita evakuasi," jelasnya.

Banjir melanda belasan desa di Kecamatan Grati, Winongan dan Rejoso. Di lokasi terparah, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati dan Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, banjir mencapai 1,5 meter.

Ribuan nasi bungkus sudah disalurkan. Namun pemerintah setempat meminta pihak swasta terutama dunia usaha turun membantu warga terdampak banjir.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel