Warga Malang Ditemukan Tewas Mengambang di Bendungan Lahor Blitar

Blitar -Mayat pria ditemukan mengambang di Bendungan Lahor, Kabupaten Blitar. Pria tersebut merupakan warga Kabupaten Malang.

Mayat pria itu ditemukan tepat di bawah jembatan jalan kembar perbatasan Blitar-Malang, sekitar pukul 06.00 WIB. Lokasi yang biasanya ramai pemancing.

Sisi timur jembatan masuk wilayah Kabupaten Malang. Sedangkan sisi barat jembatan wilayah Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.

Dua pemancing melihat mayat pria mengambang. Mayat itu mengenakan kaus merah dan celana dalam warna biru. Mereka berdua bergegas melaporkan temuan itu kepada warga sekitar. Kades Ngreco, Yas Singgih Untoro menegaskan, korban bukan warganya.

"Kami share di grup desa mungkin ada anggota warga yang kehilangan anggota keluarganya. Namun ternyata tidak ada. Kalau dari ciri fisiknya, itu bukan warga saya. Kami meneruskan laporan ke Polsek Selorejo karena tidak ditemukan identitasnya," jelas Singgih saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (12/1/2021).

Polisi yang datang ke TKP langsung memeriksa mayat pria itu. Menurut Kapolsek Selorejo AKP Eddy Sumartono, korban diperkirakan telah meninggal lima hingga delapan jam. Sementara di dekat mayat, polisi menemukan sebuah perahu dayung dan dua ekor ikan di dalamnya.

"Tapi keterangan warga, tidak ada yang memiliki perahu itu. Identitas mayat juga tidak kami temukan. Untuk mengetahui penyebab kematian dan identitasnya, kami kirim mayat ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi," jelas Eddy.

Polisi juga menyebar foto soal penemuan mayat itu ke berbagai media sosial. Respons cepat netizen di medsos, mengungkap identitas mayat pria tersebut. Korban ternyata Jasmari warga Wonosari, Kabupaten Malang yang keluar rumah dalam kondisi linglung.

AKP Eddy mengatakan, pihaknya menghubungi keluarga korban berdasarkan informasi dari netizen. Di kamar mayat RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, mereka memastikan itu jenazah Jasmari.

"Dari keterangan itu kami cek hasil pemeriksaan sidik jarinya dan memang cocok. Jadi mayat yang mengapung itu adalah Jasmari, usia 58 tahun, warga Dusun Rekesan, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang," ungkap Eddy, Rabu (12/1/2022).

Dalam keterangan dari keluarganya, lanjut Eddy, Jasmari diketahui keluar rumah pada Selasa (11/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Jasmari hanya memakai celana kolor dan meninggalkan KTP-nya di rumah. Dia diketahui berjalan kaki menuju ke arah selatan, namun sampai malam tak kunjung pulang.

"Jarak rumahnya dengan lokasi ditemukan tewas itu antara 40-50 km. Dia berjalan kaki ke selatan, dan kami duga sampai di Bendungan Lahor pada malam hari," tambah Eddy.

Anak korban menjelaskan, Jasmari keluar rumah dalam kondisi linglung. Karena bingung memikirkan istrinya yang masih sakit pascaoperasi batu empedu. Ibu korban juga sakit parah. Sementara keseharian korban hanya berkebun kopi dan tidak pernah pergi jauh dari rumah.

Korban dikenal pendiam, tidak punya masalah dengan keluarga atau tetangganya. Perkiraan polisi, korban kelelahan berjalan cukup jauh lalu kelaparan ketika sampai Lahor. Korban lalu bermaksud memancing, kemudian naik perahu tapi tidak bisa menjaga keseimbangan dan jatuh ke air.

"Dilihat dari kondisi fisiknya ketika ditemukan, kami pastikan korban tidak terjatuh atau sengaja menjatuhkan diri dari atas jembatan. Mungkin dia naik perahu tapi oleng dan terjatuh ke air. Karena di dalam perahu, kami temukan dua ekor ikan," ungkapnya.

Yang jadi pertanyaan, lanjut Eddy, tak ada satu pun warga sekitar yang mengaku pemilik perahu itu. Eddy menduga, warga tidak ada yang mengaku karena khawatir disangkutpautkan dengan temuan mayat itu. Sementara pihak keluarga menolak jenazah Jasmari diautopsi. Sore tadi, jenazah Jasmari dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan di TPU terdekat.


Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel