11 Orang Tertipu Pengembang Perumahan di Jombang, Korban Rugi Rp 2 M

Jombang - Bos developer perumahan di Jombang, Djoni Aris Effendi (53) diringkus polisi setelah menipu 11 pembeli. Perbuatan Direktur Utama PT Hanief Property Indonesia itu mengakibatkan para korban rugi Rp 2 miliar.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan Djoni membuka perumahan komersial Hanief Islamic Residence di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek pada 2019. Rencananya, tersangka membangun rumah tipe 70 dan 120 di lahan 2,4 hektare tersebut.

Tahun itu juga, lanjut Teguh, Djoni nekat memasarkan perumahannya. Padahal, saat itu tersangka belum mengantongi izin lokasi maupun izin mendirikan bangunan (IMB). Bahkan status lahan 2,45 hektare tersebut masih hijau, tidak boleh untuk perumahan.

"Status lahan masih hijau, kami pastikan perumahan belum ada izinnya. Namun, tersangka sudah jualan," kata Teguh kepada detikJatim, Senin (14/2/2022).

Untuk meyakinkan para pembeli, kata Teguh, Djoni membuka kantor pemasaran di lokasi Perumahan Hanief Islamic Residence. Tersangka juga membangun satu rumah sebagai contoh.

"Lokasinya di Diwek strategis sehingga banyak yang tergiur," terangnya.

Berbagai promosi yang dilakukan Djoni dan tim marketingnya membuahkan hasil. Menurut Teguh, terdapat 11 orang yang tertarik membeli hunian di Perumahan Hanief Islamic Residence.

Salah seorang korban berinisial NF warga Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Perempuan berusia 32 tahun ini membeli satu rumah tipe 70 seharga Rp 400 juta dengan teknis pembayaran langsung lunas pada Oktober 2019.

"Korban dibujuk kalau membayar langsung lunas, rumahnya dibangun. Ternyata setelah bayar tahun 2019, hanya dibangun fondasinya saja," jelas Teguh.

Nasib serupa dialami 10 korban lainnya. Menurut Teguh, para korban membeli rumah dengan tipe yang sama, yakni tipe 70. Namun, pembayaran kepada tersangka bervariasi. Mulai dari uang muka Rp 100 juta sampai Rp 300 juta.

"Rumah-rumah yang dibeli korban hanya fondasinya saja. Total kerugian para korban kurang lebih Rp 2 miliar," ungkapnya.

Oleh sebab itu, para korban melaporkan Djoni ke Polda Jatim. Laporan mereka akhirnya diteruskan ke Polres Jombang. Setelah mengumpulkan bukti yang cukup, polisi meringkus tersangka di rumah orang tuanya di Desa Glagahan, Perak, Jombang pada 7 Januari 2022.

Tidak hanya itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 1 bendel foto copy kuitansi pembayaran rumah dari para korban, 1 bendel foto copy foto perumahan, serta 1 bendel foto copy perjanjian kerja sama.

"Tersangka sudah kami tahan, saat ini kami titipkan di Lapas Kelas IIB Jombang," cetus Teguh.

Akibat perbuatannya, Djoni dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Tersangka juga dikenakan pasal 154 dan 156 UU RI nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Karena Djoni ternyata belum membeli lahan 2,45 hektare yang akan dia bangun perumahan. Tersangka hanya membayar uang muka kepada 5 pemilik lahan tersebut. Ditambah lagi, lahan tersebut statusnya masih hijau yang fungsinya untuk pertanian, bukan perumahan.

"Tersangka belum menyelesaikan status hak atas tanahnya dengan lima pemilik awal dan juga tersangka membangu8n perumahan di lahan yang statusnya hijau, tidak untuk perumahan," tandas Teguh.


Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel