Cerita Warga Ponorogo Antre Saat Hujan Hingga Baju Kering Tetap Tak Dapat Migor

Warga rebutan beli minyak goreng di Ponorrogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikjatim
Ponorogo - Warga di Ponorogo berdesakan dan berebut membeli minyak goreng seharga RP 13.5 ribu per liter Peristiwa ini terjadi saat Pemkab Ponorogo dan distributor menggelar operasi minyak goreng di alun-alun.

Pantauan detikjatim di lokasi, warga mengantre sejak pukul 06.00 WIB di Paseban alun-Alun demi mendapatkan minyak goreng dengan harga subsidi. Mereka menyiapkan fotokopi KTP dan uang pas.

Truk minyak goreng sendiri baru datang ke lokasi pukul 09.30 WIB. Spontan, warga langsung menyerbu dan saling berdesak-desakan menuju truk minyak.

Salah satu warga Kelurahan Brotonegaran, Edy Susanto (34) mengaku sengaja mengantre sejak pukul 07.00 WIB demi mendapatkan minyak subsidi. Menurutnya, minyak di toko sekitar tempat tinggalnya tidak ada.

"Kalau pun ada di toko biasanya suruh beli paketan, itu memberatkan. Kalau ada operasi pasar saya mau datang lagi," tutur Edy, Selasa (22/2/2022).

Senada, Sulastri salah satu warga lainnya mengatakan harus berdesakan untuk mendapat minyak 2 liter seharga RP 27 ribu. Beruntung ia masih mendapatkannya.

"Sempat desak-desakan, tapi untungnya dapat minyak 2 liter," papar Sulastri.

Berbeda dengan Sarmini (59). Warga asal Ngebel ini mengaku tak mendapatkan minyak goreng. Padahal ia sudah datang jauh-jauh dengan mengendarai sepeda motor seorang diri.

Ia bahkan mengaku sempat kehujanan saat ke lokasi demi mendapatkan minyak harga subsidi. Namun tak mendapatkan minyak goreng meski telah mengantre sejak pagi.

"Saya sejak pagi kehujanan sampai baju saya kering lagi. Tapi tidak dapat minyak," imbuh Sarmini.

Banyaknya warga yang rebutan membeli ini bahkan membuat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko harus turun tangan. Sebab kerumunan itu dinilai telah menimbulkan kerumunan.

"Tadi truknya sempat mogok, kerumunan sudah datang, minyak baru datang," jelas Giri.

Menurut Sugiri, operasi minyak ini digelar sebagai bentuk intervensi pihaknya mengatasi kelangkaan minyak goreng. "Ini upaya kami untuk mengintervensi pasar karena kebutuhan mendesak yang mahal di pasaran," kata Giri.

Ia menambahkan dalam operasi ini pihaknya menyediakan 6 ribu liter minyak. Operasi ini dibagi 3 ribu liter di Paseban, Alun-Alun Ponorogo, 1 ribu di Kauman, 1 ribu Pulung dan 1 ribu Sawoo. Dijual dengan harga Rp 13,5 ribu per liter. Tiap orang dibatasi 2 liter.

Ia berharap permasalahan minyak di Indonesia khususnya di Ponorogo segera teratasi. Sebab, minyak goreng merupakan kebutuhan rakyat.

"Mudah-mudahan teratasi, kalau ini tidak cukup, kita intervensi (operasi pasar) lagi," pungkas Giri.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel