Pemilik Warung dan Pelanggan di Mojokerto Diduga Keracunan Kopi+Racun Tikus

Mojokerto - Pemilik warung mi ayam dan pelanggannya keracunan usai meminum kopi. Si pelanggan harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsan dan mulutnya mengeluarkan busa.

Keracunan ini terjadi di warung milik Ponisri (47), warga Dusun Kemuning, Desa Brayublandong, Dawarblandong, Mojokerto. Menantu Ponisri, Amel (27) mengatakan, seperti biasa, ibunya membuka warung sekitar pukul 04.00 WIB.

Untuk mengusir kantuk, Ponisri meminum kopi. Sekitar pukul 05.00 WIB, pelanggan sekaligus tetangganya, Nurhadi Wijaya datang. Saat itu, Nur memesan satu gelas kopi hitam kepada Ponisri. Ia meminum kopi tersebut sampai habis.

"Saat akan berangkat mengantar istrinya ke pasar sekitar 30-60 menit setelah minum kopi, Nur muntah-muntah, pingsan, mulutnya mengeluarkan busa," kata Amel kepada wartawan di lokasi, Kamis (24/2/2022).

Tidak hanya itu, lanjut Amel, ibu mertuanya juga pingsan. Warga setempat pun melarikan Ponisri dan Nur ke Puskesmas Dawarblandong. Namun, Nur harus dirujuk ke RSI Sakinah di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Mojokerto karena kondisinya memburuk.

"Ibu saya keluhannya kepalanya pusing, mual, muntah, diare, tapi tidak sampai berbusa mulutnya," terangnya.

Kepala Dusun Kemuning, Jali menjelaskan, Ponisri meminum kopi hanya satu lepek. Setelah membuatkan kopi pesanan Nur, Ponisri mengeluh pusing. Sehingga Nur menyarankannya untuk istirahat. Sedangkan Nur melanjutkan minum kopi tersebut sampai habis.

"Nur sempat bersih-bersih mobil, kemudian masuk ke kamar mandi. Keluar-keluar sudah berbusa mulutnya. Akhirnya dibawa warga ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RSI Sakinah," jelasnya.

Sementara Ponisri menjalani perawatan di Puskesmas Dawarblandong. Jali menduga, kopi yang diminum Ponisri dan Nur mengandung racun tikus.

"Dugaan sementara kopi ada racun tikusnya. Karena saya lihat tadi ada bintik-bintik yang bukan bintik kopi, tapi seperti racun tikus," terangnya.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan menuturkan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan menggali keterangan dari para saksi terkait insiden keracunan tersebut. Saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab Ponisri dan Nur keracunan.

"Kami masih melakukan pengumpulan fakta-fakta hukum di lapangan supaya kami bisa yakin arah permasalahan yang terjadi. Apakah pidana yang disengaja atau pidana karena lalainya atau peristiwa pidana yang mungkin ada kaitan dengan masalah produk yang dikonsumsi masyarakat," pungkasnya.

Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel