Sungai Mojoranu di Jombang Berwarna Merah Darah Selama 5 Jam

Jombang - Air Sungai Mojoranu di Desa Tanggalrejo, Mojoagung, Jombang berwarna merah darah sekitar 5 jam. Zat yang menimbulkan warna merah darah itu keluar dari dasar sungai tersebut.

Fenomena air Sungai Mojoranu berwarna merah darah pertama kali muncul di Dusun Mojoranu, Desa Tanggalrejo pada Jumat (25/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Tepatnya sekitar 20 meter di sebelah selatan pintu air (Dam) Songkar.

Zat yang menyebabkan air Sungai Mojoranu berubah warna keluar dari dasar sungai tersebut. Yaitu di dekat plengsengan sungai sebelah barat. Selanjutnya, air sungai yang menjadi merah darah mengalir ke utara melewati Dam Songkar.

"Muncul dari dasar sungai warna merah itu, semakin lama semakin banyak, semakin memerah air sungainya," kata Warsito (67), warga Dusun Mojoranu kepada wartawan di lokasi, Sabtu (26/2/2022).

Warsito menjelaskan, air Sungai Mojoranu yang berubah menjadi merah darah menyebar ke wilayah Dusun Tanggalrejo di sebelah selatan Dusun Mojoranu karena terbawa arus sungai. Sungai selebar 8 meter ini mengalir dari selatan ke utara atau dari hutan di Desa Kedunglumpang menuju Sungai Gunting.

Sehingga air Sungai Mojoranu dengan panjang sekitar 3 km warnanya berubah menjadi merah darah. Menurut Warsito, sempat turun hujan sore kemarin setelah fenomena ini muncul. Namun, air sungai tersebut tetap berwarna merah darah.

"Warna airnya merah darah semua, tidak ada aroma sama sekali. Saya heran kok tidak berbau, ikan pun tidak mati," terangnya.

Fenomena air Sungai Mojoranu berwarna merah darah, kata Warsito, baru kali ini terjadi. Selepas magrib kemarin saat hujan sudah reda, banyak warga sekitar yang datang ke Dam Songkar untuk menyaksikan fenomena aneh tersebut.

"Kemarin di sini (air Sungai Mojoranu berwarna merah darah) sampai jam setengah 9 (pukul 20.30 WIB). Kalau di Dusun Tanggalrejo sampai tengah malam masih ada, setelah itu juga hilang," jelasnya.

Menurut keyakinan sebagian warga, tambah Warsito, fenomena air Sungai Mojoranu menjadi merah darah dikaitkan dengan sosok Mbah Songkar. Yaitu tokoh yang pertama kali membuka hutan menjadi Desa Tanggalrejo. Dulunya terdapat punden Mbah Songkar di dekat sumber merah darah. Selain itu, di dasar sungai juga terdapat akar pohon jati besar.

"Mbah Songkar katanya dulu itu tidak meninggal, tapi hilang begitu saja," jelasnya.

Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Ramadhana membenarkan zat yang menyebabkan air Sungai Mojoranu berubah merah darah muncul dari dasar sungai di sebelah selatan Dam Songkar. Menurutnya, air sungai tersebut dari arah hulu sampai sumber merah darah, normal-normal saja.

"Air sungai menjadi merah sampai sekitar 5 km. Mengalir ke tiga desa, mulai Tanggalrejo, Dukuhdimoro sampai Mojotrisno," ungkapnya.

Fenomena air Sungai Mojoranu berwarna merah darah, kata Dimas, baru pertama kali terjadi. Sumber merah darah di Dusub Mojoranu pun sempat menjadi tontonan masyarakat.

"Setelah kami cek, tidak berbau sama sekali, bau airnya normal, ikan tidak ada yang mati," terangnya.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel