7 Fakta Sandiwara Ibu Kandung di Jember Tega Ceburkan Bayinya ke Sumur

Surabaya - Seorang perempuan di Jember, Faridatul Hikmah (25), tega membuang bayinya ke sumur yang berada di dapur rumahnya. Bayi warga Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, ini bahkan diviralkan di medsos.

Bayi malang tersebut sempat ramai dikabarkan hilang. Namun setelah dilakukan pencarian, bayi berusia sekitar 40 hari itu ditemukan dalam keadaaan tewas di dalam sumur.

Polisi akhirnya menangkap ibu kandung si bayi karena terbukti menceburkan bayinya ke sumur. Padahal sebelumnya, si ibu yang memberitahukan jika anaknya hilang dan pura-pura ikut mencari keberadaan anaknya.

Berikut fakta-fakta sandiwara ibu kandung ceburkan bayinya di sumur:

1. Ibu di Jember Mengaku anaknya hilang
Faridatul Hikmah (25) warga Jember panik anaknya menghilang. Bayi tersebut sempat dikabarkan hilang dan diviralkan di medsos. Bahkan hilangnya bayi dikaitkan karena diculik genderuwo. Polisi pun melakukan penyelidikan.

Kapolsek Ambulu AKP Ma'ruf mengatakan sebelum ditemukan, bayi malang tersebut sempat ramai dikabarkan hilang. Karena itu pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

"Setelah ramai info di medsos itu, kita langsung melakukan penyelidikan," kata kapolsek.

2. Bayi ditemukan di sumur dalam keadaan meninggal
Setelah dilakukan pencarian, akhirnya bayi berusia sekitar 40 hari ditemukan di dalam sumur dekat dapur rumahnya.

Kepala Dusun Bregoh, Sumadris mengatakan bayi pertama kali ditemukan oleh Iqbal (20) yang tak lain tetangga korban. Menurutnya, saat mendengar ada bayi hilang, Iqbal diketahui langsung datang ke rumah bayi dan berupaya ikut mencari.

Saat berada di dalam rumah, tutur Sumadris, Iqbal kemudian mengecek sumur yang berada di ruang dapur. Dengan menggunakan senter dia melihat ke dasar sumur.

"Dia datang dan melakukan pencarian di dalam mau pun di dalam rumah. Saat itulah dia melihat bayi itu. Kondisi bayi berada di dasar sumur," kata Sumadris.

3. Warga kesurupan usai temukan mayat bayi dalam sumur
Kepala Dusun Bregoh, Sumadris mengatakan bayi pertama kali ditemukan oleh Iqbal (20) yang tak lain tetangga korban.

Mengetahui hal ini, Iqbal langsung memberitahukan ke orang tua bayi. Namun tak lama, ia langsung kesurupan.

"Langsung bertingkah seperti orang yang sedang menari jaranan. Warga berusaha menyadarkan. Beruntung dia nggak sampai ngamuk-ngamuk," tandas Sumadris.

4. Polisi periksa 3 saksi
Polisi melakukan penyelidikan terkait temuan mayat bayi di dalam sumur di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Ambulu, Jember. Tiga orang saksi kini telah diperiksa.

"Sudah tiga orang yang kita periksa. Belum ada perkembangan signifikan," kata Kapolsek Ambulu AKP Ma'ruf saat dihubungi, Kamis (24/3/2022).

Ma'ruf menambahkan tiga orang saksi ini yakni para tetangga yang mengetahui proses penemuan bayi. Sedangkan untuk kedua orang tuanya belum dilakukan pemeriksaan.

5. Polisi menetapkan ibu kandung tersangka
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan penetapan tersangka ini didasarkan dari serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, yang bersangkutan yakni FN (Faridatul Nikmah) atau ibu dari bayi tersebut kita tetapkan sebagai tersangka," kata Komang, Senin (28/3/2022).

Menurut Komang, awalnya tersangka berkelit atas perbuatannya. Namun ia kemudian mengakui telah menjatuhkan bayinya ke dalam sumur. Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan.

"Tersangka sudah mengakui perbuatannya dan yang bersangkutan langsung kita tahan," tandasnya.

6. Modus ibu kandung buang bayi di sumur
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna menuturkan dari hasil penyelidikan, tersangka melempar bayinya ke sumur pada siang hari. Saat itu di rumah hanya ada nenek dan buyut bayi tersebut.

"Tersangka sempat menidurkan bayinya dulu. Kemudian tanpa sepengetahuan keluarga yang lain, tersangka membawa bayinya itu ke sumur dan melemparkannya ke dalam sumur," jelas Komang.

Setelah membuang bayi, lanjut Komang, tersangka kemudian kembali ke kasur dan berpura-pura tidur. Namun beberapa saat kemudian, tersangka bangun dan pura-pura kaget bayinya menghilang.

"Tersangka juga berpura-pura panik dan ikut mencari keberadaan bayinya tersebut," ungkap Komang.

7. Ibu kandung pembuang bayi tak tahan dibully
Faridatul Hikmah (25) warga Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu ini, mengaku melempar bayi berusia sekitar 40 hari itu karena tak tahan dibully.

"Tersangka ini ngaku sering dibully karena bayinya dikasih susu formula atau tidak pakai ASI (Air Susu Ibu). Tersangka dianggap wanita kurang sempurna karena bayinya itu tidak dikasih ASI," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (29/3/2022).

Ditanya siapa yang membully, Komang belum menjelaskan secara detail. Dia berdalih masih melakukan penyelidikan dan pendalaman.

"Intinya tersangka ini sering dibully gara-gara tidak menyusui bayinya itu. Nah, siapa yang membully apakah keluarga atau tetangga, itu masih kita selidiki," tegasnya.

Komang menambahkan, bahwa bayi berjenis kelamin perempuan itu dibuang ke dalam sumur atas inisiatif dan dilakukan tersangka Farida seorang diri. Polisi belum menemukan indikasi keterlibatan orang lain dari peristiwa itu.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel