Bejat! Seorang Kakek di Jombang Perkosa Siswi SD


 Jombang - Selama 10 tahun terakhir, Slamet (62) tidak meminta jatah dari istrinya. Bukannya sudah tak berhasrat, tukang becak asal Diwek, Jombang ini malah menyalurkan nafsunya kepada siswi kelas 1 SD yang setiap hari ia antar ke sekolah.


Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan mengatakan Slamet tinggal satu kampung dengan korban di Kecamatan Diwek. Sehari-hari, tersangka mengantar anak-anak ke sekolah, termasuk korban yang baru berusia 7 tahun.

"Kalau sore kadang tersangka mengajak anak-anak bermain, muter-muter pakai becak. Sehingga warga setempat tidak curiga," kata Teguh kepada wartawan, Kamis (31/3/2022).

Intensitas kebersamaan dengan korban menjadi kesempatan Slamet untuk melancarkan perbuatan bejatnya. Tak hanya itu, tersangka juga akrab dengan orang tua korban.

"Tersangka biasa ngopi di rumah korban," terang Teguh.

Perbuatan asusila Slamet, lanjut Teguh, terungkap satu pekan lalu. Saat itu, seperti biasa ia mampir ngopi di rumah korban. Saat kedua orang tua gadis berusia 7 tahun itu sibuk di belakang rumah, diam-diam tersangka mengajak korban ke dalam kamarnya.

"Tersangka ketahuan tetangga korban saat sedang mencabuli korban di dalam kamar korban," jelasnya.

Sontak saja si tetangga mengadukan Slamet kepada orang tua korban. Sehingga tersangka dibawa ke kantor desa setempat untuk diklarifikasi bersama perangkat desa. Saat itulah, tersangka mengaku telah mencabuli dan menyetubuhi korban sejak Desember 2021.

"Tersangka mengaku dua kali memperkosa korban. Akhirnya orang tua korban melapor ke Polres Jombang," ungkap Teguh.

Teguh menjelaskan hasil visum menunjukkan korban memang telah disetubuhi oleh tersangka. Sehingga pihaknya meringkus Slamet pada Senin (28/3). Kini tersangka mendekam di Rutan Polres Jombang.

"Informasinya ada beberapa korban, tapi kami masih melakukan pendalaman," cetusnya.

Menurut Teguh, Slamet mengaku sudah sekitar 10 tahun tidak pernah meminta jatah untuk memenuhi kebutuhan biologis kepada istrinya. Namun, tersangka justru melampiaskan nafsunya kepada anak-anak yang usianya sangat belia. Salah satunya, kepada korban yang baru berusia 7 tahun.

Untuk melancarkan aksinya, Slamet mengajak korban jalan-jalan menggunakan becak. Selanjutnya, ia membawa korban ke kebun sepi untuk dicabuli dan diperkosa.

"Korban diberi uang dan jajan. Namanya anak usia 7 tahun tidak mengerti. Korban tidak berani mengadu ke orang tuanya karena masih di bawah umur," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Slamet dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman 15 tahun penjara kini telah menantinya.


Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel