Kisah di Balik Nama Kopi Cap Sepoor yang Melegenda di Pasuruan

Pasuruan - Kopi legendaris di Kota Pasuruan, kopi cap Sepoor diproduksi Griya Kopi Kaspadi, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Industri rumahan ini mulai dirintis sejak tahun 1940.

Pemilik Griya Kopi Kaspadi, Anisah Madinah (65) menceritakan, awal mula berdirinya usaha tersebut. Usaha kopi ini dirintis orang tuanya yang dulu menjadi penjual batik asal Solo.

"Pada tahun 1940, masa penjajahan Jepang, bapak dan ibu saya yang berasal dari Solo datang ke Pasuruan untuk dagang batik. Saat ini turun dari kereta, bapak mau minum kopi tapi cari warung susah. Dari situ idenya muncul," kata Anisah, Selasa (15/3/2022).

Menurut Anisah, susahnya mencari warung kopi dilihat sebagai peluang usaha oleh ayahnya. Sang ayah kemudian membuka warung kopi di sekitar Stasiun Pasuruan.

"Bapak jualan kopi, tapi giling sendiri secara tradisional banget. Digiling di meja gitu," jelas Anisah.

Menurut Anisah, warung kopi milik ayahnya kala itu sangat ramai. Selain membeli minuman, banyak pula warga yang memesan kopi bubuk.
 

"Banyak yang membeli kopi bubuk dari bapak saya. Ya berapapun orang beli dikasih. Akhirnya fokus usaha bubuk kopi," jelasnya.

Usaha yang dirintis sejak 1940 ini, baru mendapatkan izin usaha pada 1955. Usaha ini terus berkembang hingga saat ini diteruskan oleh Anisah.

"Saya anak mantu, tapi dipercaya bapak mengelola usahanya," jelasnya.

"Nama Kaspadi itu gabungan dari nama bapak dan ibu saya, Afandi dan Kasiani. Usahanya diberi nama Griya Kaspadi dan memproduksi bubuk kopi cap Sepoor," jelasnya.

Anisah yang merupakan generasi kedua pengelola Griya Kopi Kaspadi Kota Pasuruan ini mengenang pesan ayahnya.

"Jaga kualitas, itu pesan ayah saya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel