Tersangka Korupsi BOP Pasuruan Tambah Satu Orang, Ini Perannya

Pasuruan - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan menetapkan tersangka baru korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) 2020. Tersangka sudah ditahan di Rutan Bangil.

Kejari Kabupaten Pasuruan menetapkan tersangka baru berinisial IH dalam kasus dugaan korupsi BOP 2020 untuk Pondok Pesantren, Madrasah Dinayah, dan Taman Pendidikan Alquran se-Kabupaten Pasuruan.

"Peranan tersangka sebagai penerima uang dari pengumpul yang memotong bantuan untuk lembaga-lembaga dimaksud," kata Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Pasuruan Jemmy Sandra, Selasa (22/3/2022).

Terhadap tersangka IH, penahanan langsung diterapkan selama 20 hari. Tersangka IH pun langsung dijebloskan ke Rutan kelas II Bangil.

IH disangka melanggar Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20/2001, serta Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sebelum ini Kejari sudah menetapkan 9 tersangka dalam kasus dugaan korupsi BOP itu. Ke-9 tersangka juga ditahan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan.

"Peran para tersangka ini menjalankan bantuan, memodifikasi SPJ, dan juga yang melakukan pemotongan bantuan per wilayah sehingga jumlah para tersangka dapat dikatakan banyak," ujar Jemmy.

Modus para tersangka, mereka yang seharusnya bekerja menjalankan dan menyukseskan bantuan ke lembaga-lembaga dimaksud malah melakukan pemotongan dana bantuan.

"Bantuan itu seharusnya diterima lembaga-lembaga seperti TPQ, Madin, juga Ponpes," kata Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra, Jumat (18/3/2022).

Berdasarkan data yang ada, jumlah lembaga penerima BOP di Kabupaten Pasuruan kurang lebih sebanyak 2.900. Para tersangka memotong BOP yang harusnya diterima penuh oleh hampir semua lembaga yang ada.

"Besaran pemotongan itu bervariasi. Ada Rp 1 juta, Rp 2 juta, dan di atas Rp 10 juta. Sehingga dalam penyelidikan ini kami agak terlambat, butuh waktu cukup panjang. Karena hampir semua dipotong," ujarnya.

Denny menjelaskan pemotongan dana dilakukan tersangka setelah dana BOP itu masuk ke lembaga penerima. Mereka berkeliling dan mendatangi masing-masing lembaga penerima itu.

Total kerugian negara dalam dugaan kasus korupsi ini diperkirakan mencapai Rp 3,1 miliar. "Pekerjaan tersangka macam-macam. Ada yang ahli membuat proposal dan SPJ," kata Denny.


Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel