Viral Preman Mojokerto Babak Belur Dikeroyok Sopir Truk

Mojokerto - Seorang preman babak belur dihajar sejumlah sopir truk di pusat perkulakan sepatu Trowulan (PPST), Mojokerto siang tadi. Pasalnya, pelaku memalak sopir truk Rp 500 ribu dengan dalih untuk membayar jasa keamanan.

Video pengeroyokan seorang preman tersebut viral setelah beredar secara berantai ke grup WhatsApp. Berdasarkan rekaman video yang diterima detikJatim, awalnya seorang preman nampak meminta uang keamanan Rp 500 ribu kepada sopir truk di depan PPST, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan.

Sebagai imbalannya, preman yang memakai kaus dan jaket hitam ini akan menempelkan stiker berlogo AA pada kaca depan truk dengan dalih untuk menjamin keamanan si sopir di jalan selama satu tahun.

Namun, sopir dan kernet truk tersebut keberatan jika harus membayar Rp 500 ribu. Mereka bersedia memberi uang si preman sebatas untuk membeli kopi saja. Yakni Rp 10-20 ribu.

"Kalau untuk beli kopi Rp 10-20 ribu ada mas, kalau segitu kami tidak punya, saya harus lapor bos saya dulu," ujar sopir truk sembari merekam aksi preman tersebut menggunakan kamera ponsel.

Tanpa belas kasihan, si preman tetap memaksa kernet dan sopir truk untuk memberi uang sesuai permintaannya. Ia menurunkan nilai uang keamanan menjadi Rp 250 ribu. Namun, tetap saja sopir dan kernet truk keberatan memenuhi permintaan pelaku.

Dalam video kedua, preman yang sama dikeroyok sejumlah sopir truk di PPST. Para sopir truk melampiaskan kekesalannya dengan melayangkan bogem mentah kepada pelaku. Beruntung pelaku dilindungi seorang pria berjaket merah yang mengaku pemilik stiker AA.

"Aku sing duwe stiker AA, tapi aki ga ngijini iki gawe stiker (Saya yang punya stiker AA, tapi saya tidak memberi izin orang ini memakai stiker AA)," ucap pria tersebut kepada para sopir truk sembari melindungi pelaku.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo membenarkan terjadinya aksi premanisme di depan PPST siang tadi. Preman tersebut adalah M Hamdani alias Dani (36), warga Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Mojokerto.

"Kebetulan anggota kami berpatroli di wilayah tersebut sehingga kami amankan pelaku," jelasnya kepada wartawan, Jumat (4/3/2022).

Saat ini, Dani menjalani pemeriksaan di Unit Tipidum Satreskrim Polres Mojokerto. Polisi juga menggali keterangan dari sopir truk dan kernet yang menjadi korban pemalakan pelaku. Sopir truk tersebut adalah Andri Prasetyo (21), asal Desa Sekar, Donorojo, Pacitan.


Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel