Suami Kerja di Luar Negeri Kaget Dikirimi Video Porno Istri dan Selingkuhan

Ponorogo - Warga Ponorogo berinisial JN sangat kecewa mendapati istrinya, WS berselingkuh saat dirinya sibuk mencari nafkah di luar negeri. WS berselingkuh dengan pria lain, AM (35).

AM yang tak tahu diri ini mengirim 5 video pornonya dengan WS kepada JN. JN merasa apa yang dilakukan melanggar UU ITE dan pornografi.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan AM kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka AM ini atas laporan JN yang tak terima diselingkuhi hingga dikirimi video porno.

Catur menambahkan, AM yang merupakan warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal ini awalnya menjalin hubungan dengan WS.

"Hubungan keduanya pada bulan Agustus hingga November 2021," tutur Catur kepada wartawan, Selasa (26/4/2022).

Hubungan tersebut membuat keduanya melakukan perzinaan di rumah pelapor, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo. Bahkan persetubuhan tersebut direkam tersangka AM dan dikirim ke pelapor, JN.

"Tersangka mengirim melalui aplikasi pesan WhatsApp dengan HP-nya sendiri kepada suami saksi," terang Catur.

Total ada 5 video yang dikirimkan tersangka kepada pelapor. Dari video kiriman tersebut, akhirnya JN melaporkan kasus ini ke Polres Ponorogo terkait UU ITE dan pornografi.

"Dari kasus ini pun AM ditetapkan tersangka, sementara WS masih saksi sambil menunggu proses penyelidikan," imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan ada 2 unit HP, sprei, kaos, jilbab dan kaos dalam. Tersangka pun dijerat dengan pasal 29 jo pasal 4 ayat (1) uuri no. 44 tahun 2008 tentang pornografi dan atau pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atau UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

"Ancaman hukuman 12 tahun penjara," kata Catur.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus mengatakan perbuatan tersangka mengirim kepada pelapor berupa dokumen video dan foto yang diduga melanggar kesusilaan.

"Berdasarkan keterangan ahli pidana dan ITE telah memenuhi delik pidana yang tidak layak dikirimkan," pungkas Jeifson.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel