Gerombolan Pesilat Keroyok 2 Pemuda saat Konvoi di Jombang

Jombang - Aksi anarkistis gerombolan pesilat kembali terjadi di Jombang. Kali ini massa salah satu perguruan silat mengeroyok 2 pemuda hingga korban mengalami luka berat. Sejauh ini polisi telah meringkus 3 pelaku pengeroyokan itu.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan, jumlah gerombolan pesilat itu sekitar 30 orang. Mereka berkonvoi menggunakan sepeda motor dari Desa Kesamben, Ngoro, ke arah Jombang kota.

"Konvoi pesilat kurang lebih 30 orang ini ada yang dari Bojonegoro, Nganjuk, dari Jombang, dan Lamongan," kata Giadi saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Minggu (1/5/2022).

Sampai di Dusun Tugu, Desa Kesamben dini hari tadi sekitar pukul 01.30 WIB gerombolan pesilat itu menyerang 4 pemuda yang melintas dari arah berlawanan mengendarai 2 sepeda motor.

Para korban itu, MW (19) membonceng MZ (20), sedangkan MS (17) membonceng IA (16). Keempat korban adalah warga Dusun Tugu sendiri.

"Motifnya diduga para tersangka menilai para korban menghalangi jalan mereka saat konvoi dan mengira korban dari perguruan silat lain," kata Giadi.

Pengeroyokan oleh gerombolan pesilat itu, kata Giadi, mengakibatkan MZ dan MS luka berat. Kata Giadi, para pelaku memukuli MZ dengan tangan kosong dan double stick. MZ juga terkena sabetan celurit di punggungnya.

Sedangkan MS menderita luka serius di kepala karena dipukuli para pelaku menggunakan tangan kosong dan botol minuman keras. Sehingga kedua korban harus menjalani perawatan di RS NU Jombang.

"Yang menarik di sini korban merupakan satu perguruan silat dengan tersangka. Jadi mungkin salah sasaran," ungkapnya.

Beruntung MW dan IA berhasil kabur. Tidak hanya itu, gerombolan pesilat itu juga merusak dua sepeda motor milik korban. Aksi anarkis mereka baru berhenti setelah dibubarkan warga setempat.

Satreskrim Polres Jombang bergerak cepat mengidentifikasi pelaku. Salah satunya memakai sepeda motor Honda Vario S 2036 OAB milik salah seorang pelaku yang tertinggal di lokasi pengeroyokan.

"Kami tangkap tiga tersangka. Dua tersangka oknum perguruan silat di Jombang, yang satu bukan dari perguruan," terang Giadi.

Ketiga tersangka yakni Ahmad Fajar (18), Galih Eka Saputra (18), dan Adrian Ragil Septian (19). Semuanya warga Desa Mundusewu, Bareng, Jombang. Mereka diringkus Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

"Tersangka lain masih ada, identitas sudah kami kantongi. Masih dalam pengejaran," kata Giadi.

Akibat perbuatannya, Fajar, Galih, dan Adrian harus mendekam di Rutan Polres Jombang. Mereka dijerat dengan pasal 170 ayat (1) ke-2 KUHP tentang Pengeroyokan.

"Ancaman hukumannya 7 tahun penjara," tandas Giadi.

Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel