Menguras Air Mata Resepsi Pernikahan di Magetan Ditinggal Kabur Pengantin Pria

Magetan - Viral video perempuan di Magetan menggelar resepsi pernikahan seorang diri. Gelaran resepsi pernikahan tersebut tanpa ada kehadiran mempelai pria. Ternyata, sang mempelai pria kabur dan tak menghadiri acara.

Video berdurasi 17 detik tersebut memperlihatkan mempelai perempuan berbusana pengantin warna putih lengkap dengan riasannya. Ia berdiri di pelaminan diapit pengiring perempuan berkebaya hitam dan berkerudung biru. Tampak pula dua anak perempuan berbusana kebaya berdiri di depan mempelai perempuan.

Terlihat, dalam sesi pemotretan, seorang perempuan yang merupakan penata rias sedang memberi pengarahan. Di sebelah pinggir kiri dan kanan pelaminan tampak duduk orang tua dari mempelai. Sama sekali tak ada senyum dari orang-orang yang ada di dalam video.

Resepsi pernikahan tanpa mempelai pria tersebut ternyata terjadi di Desa Gambiran, Kecamatan Maospati, Magetan. Resepsi pernikahan ini digelar Minggu (8/5/2022).

"Betul itu kejadian menimpa warga saya. Resepsi pernikahan hanya mempelai wanita yag ada. Itu Minggu kemarin 8 Mei 2022," ujar Kepala Desa Gambiran Fitri Muji Wartono saat dikonfirmasi detikJatim Selasa (10/5/2022).

Fitri mengatakan saat ini pihak desa masih berupaya mencari permasalahan yang dialami warganya tersebut. "Ini kita masih koordinasikan dengan KUA dan pihak keluarga mempelai wanita seperti apa permasalahannya," kata Fitri.

Selain tak hadir di resepsi, si mempelai pria juga tak melakukan akad nikah yang artinya tak ada pernikahan yang terjadi. Padahal resepsi ini sudah dipersiapkan secara matang dari keluarga mempelai wanita.

"Semua sudah persiapan matang pihak mempelai wanita," imbuh Fitri.

Tak hanya itu, Fitri mengatakan bahkan jauh sebelum hari H resepsi pernikahan, pihak kedua mempelai telah mempersiapkan administrasi ke kantor KUA bersama. Namun saat hari pelaksanaan ijab dan resepsi pernikahan, si mempelai pria tidak datang.

"Administrasi sudah selesai semua. Yang mengurus juga kedua mempelai pria wanita. Tapi saat acara tanggal 8 Mei ternyata ndak datang waktu ijab dan resepsi pengantin lakinya," kata Fitria.

Saat hari pelaksanaan ijab kabul dan resepsi pernikahan, kata Fitri, yang datang dari pihak keluarga mempelai pria adalah orang tuanya. Orang tua mempelai pria juga membawa pengiring. Namun si mempelai pria tidak datang.

"Kita kasihan keluarga pihak perempuan, semua sudah dipersiapkan, acara sudah izin ke gugus tugas, tapi hari H tidak hadir pengantin lakinya," terang Fitri.

"Namanya orang mau punya hajatan, semua sudah disiapkan tentunya, sewa tenda, dekorasi, hiburan semua telah siap," imbuh Fitri dengan nada sedih.

Fitri menambahkan meskipun mempelai pria tidak hadir, namun acara resepsi tetap berlangsung. Tamu undangan juga telah datang dan semua disambut oleh keluarga mempelai wanita hingga malam hari.

"Kita kemarin ada musyawarah pihak keluarga mempelai wanita dengan warga saya juga agar acara penyambutan tamu tetap berjalan. Alhamdulillah semua warga desa dan karena pengantin wanita juga aktif di karang taruna hingga banyak yang simpati membantu," imbuhnya.

Lalu, ke mana perginya si mempelai pria? Ternyata tidak ada yang mengetahui keberadaan si pria. Bahkan keluarganya sekalipun juga tidak tahu.

"Keluarga calon pengantin pria juga tidak tahu keberadaannya. Di rumahnya juga ndak ada. Dihubungi nomor ponsel ndak aktif," ungkap Fitri.

Fitri mengatakan, keluarga mempelai pria sendiri datang ke resepsi dan membawa pengiring. Namun mereka kecewa dan malu karena anaknya tidak datang baik di akad nikah maupun resepsi pernikahan. Padahal persiapan pernikahan sudah dipersiapkan sebaik mungkin oleh keluarga mempelai perempuan.

"Kalau keluarga calon pengantin pria hadir. Akhirnya kemarin kesepakatannya kedua keluarga yang tahu. Saya Ndak tahu," kata Fitri.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel