Pasutri di Probolinggo Diusir dari Desa Karena Dituduh Punya Ilmu Santet

Probolinggo - Warga di Kecamatan Sumberasih, Pulau Gili Ketapang, Probolinggo mengepung rumah pasangan suami istri (pasutri) yang diduga mempunyai ilmu santet. Warga yang didominasi emak-emak ini berteriak mengusir pasutri tersebut.

Peristiwa pengusiran itu terjadi pada Rabu (8/6) malam. Dalam peristiwa itu, massa juga mencoba membakar rumah pasutri tersebut dengan melempar puluhan botol berisi bensin. Akibatnya kobaran api sempat membakar semak-semak di halaman belakang rumah.

Kepala Desa Gili Ketapang, Munir membenarkan peristiwa tersebut. Adapun pasutri yang diusir berinisial H dan Y. Pasutri tersebut diketahui merupakan bukan warga setempat.

Namun mereka datang ke Desa Gili Ketapang dari Desa Muneng Kidul setahun yang lalu. Selama ini mereka tinggal di sebuah gubuk suami sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Sedangkan istri mengaku bisa menyembuhkan orang sakit hingga membuka jasa pijat.

Tak hanya itu, sang istri juga diduga mengaku bisa mengembalikan santet ke pengirimnya. Karena hal itu kemudian membuat warga setempat geram dan berupaya mengusirnya secara paksa. Munir menyebut pasutri tersebut pindah dari desanya karena diduga untuk menghindari kejaran utang.

"Selama tinggal di Gili Ketapang, sang istri sesumbar, bisa mengembalikan orang yang terkena santet, karena warga kesal, maka pada Rabu malam, ratusan warga mengepung rumah pasutri, untuk mengusirnya dari Gili ketapang," ujar Munir, Kamis (9/6/2022).

Beruntung saat peristiwa terjadi itu, perangkat desa berhasil meredam amarah massa. Pasutri tersebut kemudian dievakuasi keluar desa untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

"Agar tak tambah meluas, pasutri tersebut kita evakuasi keluar pulau Gili, dan dinaikkan perahu tradisional menuju ke Pelabuhan Tanjung Tembaga, pasutri tersebut kemudian di jemput oleh petugas gabungan dari Polsek Sumberasih, dan Polres Probolinggo untuk dibawa ke Polsek Sumberasih," jelas Munir.

Kapolsek Sumberasih, Iptu Agus Santoso mengatakan di kantor polisi pasutri tersebut diperiksa lebih lanjut. Dari pengakuan keduanya, mereka membantah mempunyai ilmu santet. Untuk keamanan mereka berdua, petugas kemudian memulangkan ke Desa Muneng Kidul.

"Dari hasil pemeriksaan, pasutri ini tak terbukti memiliki santet hanya warga menuduh pasutri ini memiliki santet, dan pasutri ini sudah kita pulangkan ke rumahnya yang ada di Muneng Kidul," tandas Agus.

Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel